Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/1/2026), menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH), seiring penguatan harga komoditas logam di pasar global.
IHSG ditutup menguat 74,41 atau 0,84 persen ke posisi 8.933,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,28 poin atau 0,61 persen ke posisi 865,05.
“Berlanjutnya penguatan pada mayoritas harga komoditas logam dan adanya beberapa insentif dari pemerintah menjadi faktor positif pada pergerakan indeks,” ujar Ratna Lim pakar pasar saham dilansir dari Antara.
Dari mancanegara, harga komoditas emas dan perak terpantau menguat di tingkat global, pasca Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela.
Selain mencermati perkembangan geopolitik, Ratna mengatakan pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dari Eropa dan AS.
Dari Jerman, akan dirilis data retail sales dan pasar tenaga kerja, sedangkan dari Euro Area akan dirilis data inflasi. Kemudian, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Services dan JOLTS Job Openings dari AS.
Dari dalam negeri, pemerintah berlanjut memberikan beberapa insentif untuk mendorong daya beli masyarakat, yang diharapkan dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) 21 selama tahun 2026 untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta/bulan yang bergerak di sektor industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, industri kulit dan turunannya, serta pariwisata.
Melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk harga jual rumah sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak dan Rp5 miliar untuk rumah susun selama tahun 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji aturan insentif untuk industri otomotif.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,51 persen dan 1,28 persen.
Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,40 persen dan 0,12 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, CPRO, YOII, PNLF, dan MBSS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.369.030 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 67,93 miliar lembar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 256 saham menurun, dan 127 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 685,30 poin atau 1,32 persen ke 52.518,10, indeks Hang Seng menguat 363,20 poin atau 1,38 persen ke 26.710,44, indeks Shanghai menguat 60,25 poin atau 1,50 persen ke 4.083,66, dan indeks Strait Times menguat 59,47 poin atau 1,27 persen ke 4.739,97. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
