Angka tersebut naik 0,1 poin persentase dibandingkan proyeksi Juli 2026, berdasarkan laporan prospek ekonomi global yang dirilis saat pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand.
Namun, Silvana Tenreyro Kepala Ekonom IMF memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi menambah tekanan inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Nico menambahkan, sejumlah faktor lain juga berpotensi menekan pergerakan IHSG, termasuk memburuknya prospek fiskal, penilaian ulang terhadap profitabilitas perusahaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta meningkatnya risiko akibat cuaca ekstrem.
Menurut dia, saham-saham teknologi menghadapi tekanan jual seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis AI.
Pasar mulai mengevaluasi kembali potensi keuntungan dari investasi teknologi dan belanja modal perusahaan di tengah kenaikan biaya pinjaman.








