Pada periode yang sama, tingkat pengangguran AS meningkat menjadi 4,2 persen. Pertumbuhan upah tahunan juga melambat secara tidak terduga menjadi 3,0 persen.
Menurut Nico, pelemahan data ketenagakerjaan tersebut dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut.
“Namun demikian, pasar juga berhati-hati seiring dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia yang masih tinggi,” kata Nico dilansir dari Antara.
Dari dalam negeri, pergerakan IHSG masih menghadapi sejumlah sentimen yang berpotensi menahan penguatan.
Faktor tersebut antara lain tekanan terhadap rupiah, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi, serta harga minyak dunia yang masih berada di level tinggi meskipun mulai menurun.

NOW ON AIR SSFM 100

