Selasa, 29 September 2026

IHSG Melemah, Investor Pantau Inflasi dan Tenaga Kerja AS

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). IHSG turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke level 6.121,70.

Pelemahan IHSG mengikuti mayoritas bursa saham kawasan Asia yang juga berakhir di zona merah. Indeks LQ45 turut turun 3,65 poin atau 0,60 persen ke posisi 608,16.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas mengatakan, IHSG sempat menyentuh level 6.013 sebelum tekanan pelemahan berkurang seiring meningkatnya volume beli.

“Setelah sempat menyentuh level 6.013, pelemahan IHSG berkurang dengan diikuti meningkatnya volume beli. Sehingga, diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 6.050-6.200 pada perdagangan Rabu (30/9/2026),” ujar Ratna dilansir dari Antara.

Dari eksternal, investor masih dibayangi kekhawatiran terhadap inflasi akibat tingginya harga energi.

Pasar juga mencermati meningkatnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.

Selain itu, sinyal kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), turut mendorong aksi jual pada obligasi pemerintah AS.

Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi AS yang dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.

Salah satunya data indeks Price Consumer Index (PCE) AS yang dijadwalkan terbit Rabu (30/9/2026). Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian The Fed.

Investor juga mencermati data pasar tenaga kerja AS, termasuk survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) Agustus 2026 dan laporan NonFarm Payrolls (NFP) September 2026 yang dijadwalkan terbit Jumat (2/10/2026).

Dari dalam negeri, DPR pada Selasa (29/9/2026) resmi menetapkan RUU APBN 2027 menjadi APBN 2027.

Dalam kesepakatan tersebut, defisit fiskal tetap sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.435,10 triliun, meningkat dari usulan awal dalam nota keuangan sebesar Rp3.426,03 triliun. Sementara belanja negara menjadi Rp4.106,26 triliun dari usulan awal Rp4.097,19 triliun.

Sepanjang perdagangan Selasa, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks masih berada di teritori merah sampai perdagangan berakhir.

Seluruh 11 sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC mengalami pelemahan. Sektor teknologi menjadi yang turun paling dalam, yakni 3,19 persen.

Pelemahan berikutnya terjadi pada sektor properti sebesar 1,24 persen dan sektor energi sebesar 1,10 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatat penguatan harga terbesar, antara lain SEMA, IFSH, SOSS, BSWD, dan ALDO. Sementara saham dengan pelemahan terbesar yakni DSFI, RISE, MBTO, SAFE, dan AKKU.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 1,78 juta kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,07 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp13,13 triliun.

Sebanyak 315 saham menguat, 391 saham melemah, dan 257 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pada perdagangan regional Asia, indeks Nikkei turun 0,47 persen ke 65.571,00, Hang Seng melemah 0,48 persen ke 24.523,53, Kospi turun 0,27 persen ke 6.870,81, Kuala Lumpur melemah 1,49 persen ke 1.645,18, dan Straits Times turun 0,23 persen ke 5.715,81. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 29 September 2026
28o
Kurs