Senin, 6 April 2026

IHSG Melemah Senin Pagi, Pelaku Pasar Pantau Perkembangan Konflik AS-Iran

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja memperlihatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelemahan pada, Senin (6/4/2026), dengan pelaku pasar masih mengamati perkembangan konflik antara Amerika Serkat (AS) dengan Iran.

IHSG saat ini berada di posisi 7.000,56 dengan pelemahan sebesar 25,22 poin atau 0,36 persen. Sementara untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun ke posisi 711,53 dengan pelemahan 3,05 poin atay 0,43 persen.

“Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.900- 7.000,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas seperti diktuip Antara.

Pelaku pasar di luar negeri akan tetap fokus pada perkembangan konflik di Timur Tengah pada periode pekan ini untuk melihat adanya prospek deeskalasi atau justru terjadi eskalasi berkepanjangan.

Selain itu, pembukaan Selat Hormuz juga menjadi perhatian penting pelaku pasar. Donald Trump Presiden AS telah memberi peringatan kepada Iran untuk membuka jalur perairan strategis tersebut pada 6 April 2026 atau AS akan mengerahkan operasi militer besar-besaran.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan menyimak perilisan data-data ekonomi di AS, di antaranya FOMC Minutes The Fed, inflasi, data ISM service PMI, pembacaan awal Mich. Sentiment, serta data inflasi Price Consumer Expenditure (PCE).

Implementasi aturan baru terkait keterbukaan data High Shareholding Concentration (HSC) di Indonesia berkemungkinan menimbulkan volatilitas jangka pendek.

Hal tersebut disebabkan karena adanya risiko overhang, terutama pada saham dengan likuditas rendah, meski memiliki dampak positif dalam jangka panjang melalui peningkatan transparansi dan likuiditas pasar.

Pelaku pasar akan mencermati berbagai rilis data ekonomi, seperti data cadangan devisa yang dirilis pada Rabu (8/4/2026) mendatang, dan indeks keyakinan konsumen dan penjualan otomotif pada Jumat (10/4/2026).

Jika konflik antara Iran dan AS berlangsung lebih lama dan membuat harga minyak mentah di harga tinggi dalam waktu lama, defisit APBN dikhawatirkan terus melebar jika pemerintah menambahkan subsidi harga BBM tanpa relokasi pos anggaran lain.

“Hal tersebut berpotensi terjadi capital outflow dan berlanjutnya depresiasi Rupiah,” tutur Ratna,.

Perdagangan Kamis (2/4/2026) pekan lalu, sebagian besar bursa saham Eropa melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,70 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,69 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,56 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,24 persen.

Sementara bursa AS Wall Street mayoritas mengalami penguatan di hari yang sama, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,13 persen ke 46.504, indeks S&P 500 menguat 0,11 persen ke 6.582, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,18 persen ke 21.879.

Pada perdagangan Senin (6/4/2026) ini, bursa saham regional Asia bergerak fluktuatif dengan indeks Nikkei menguat 559,51 poin atau 1,05 persen ke 53.683,00, indeks Shanghai melemah 39,19 poin atau 1,00 persen ke 3.880,1-, indeks Hang Seng melemah 117,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, dan indeks Strait Times menguat 11,92 poin atau 0,24 persen ke 4.959,42. (ant/vve/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
33o
Kurs