Minggu, 4 Januari 2026

IHSG Menguat pada Awal 2026, Hipmi Harap Manfaatnya Menyentuh Ekonomi Riil

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2026 dinilai perlu segera diikuti kebijakan nyata agar manfaatnya terasa langsung bagi perekonomian riil.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menegaskan, kenaikan pasar saham tidak boleh berhenti sebagai indikator optimisme investor, tetapi harus mendorong penguatan sektor usaha menengah serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anthony Leong Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD mengatakan, pemerintah harus memastikan kebijakan yang inklusif, seperti perluasan akses pembiayaan yang terjangkau, insentif usaha, serta kemudahan regulasi bagi pengusaha menengah dan UMKM agar berkelanjutan.

“Pasar modal yang menguat harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil. Di sinilah peran pengusaha kelas menengah dan UMKM menjadi sangat penting,” ujar Anthony dilansir dari Antara, Sabtu (3/1/2025).

Ia menyatakan, Hipmi siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan agar pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Anthony juga menyoroti bahwa selama ini perhatian kebijakan sering terpolarisasi antara UMKM mikro dan korporasi besar, sementara pengusaha menengah kerap berada di wilayah abu-abu dan kurang mendapat perhatian.

Padahal, menurutnya, kelompok ini memiliki skala usaha signifikan, menyerap tenaga kerja, dan terhubung dengan rantai pasok nasional.

“Pengusaha menengah ini sering berada di wilayah abu-abu. Tidak lagi kecil, tapi belum besar. Padahal mereka adalah tulang punggung ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan jembatan penting bagi UMKM untuk naik kelas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anthony menilai penguatan IHSG di awal 2026 mencerminkan optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta arah kebijakan pemerintah yang semakin fokus pada stabilitas dan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Ia menegaskan, pasar modal yang menguat tidak boleh berhenti sebagai indikator kepercayaan investor besar, melainkan harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil.

Anthony menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan atas komitmen menjaga stabilitas fiskal dan arah kebijakan ekonomi yang jelas.

Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.

“Ini fondasi penting agar pengusaha, terutama di sektor menengah dan UMKM, berani berinvestasi dan melakukan ekspansi,” kata Anthony.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2025) sore ditutup menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar pada awal tahun 2026.

IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00. (ant/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 4 Januari 2026
25o
Kurs