Rabu, 7 Oktober 2026

IHSG Pagi Ini Turun 0,35 Persen, Simak Proyeksi Analis

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham turun. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026), mengikuti tekanan di mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG yang sempat dibuka menguat turun 21,64 poin atau 0,35 persen ke level 6.171,29 pada pukul 10.20 WIB. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 0,51 poin atau 0,08 persen menjadi 607,65.

Meski IHSG bergerak turun pada perdagangan pagi, peluang penguatan masih terbuka. Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya mengatakan IHSG berpotensi menguji level 6.230–6.280.

“Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230–6.280 pada perdagangan Rabu,” ujar Ratna dilansir dari Antara.

Dari pasar global, Ratna mengatakan penguatan bursa sejak pekan lalu didukung oleh meningkatnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan harga minyak yang relatif stabil.

Sentimen tersebut mampu meredam tekanan dari pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian geopolitik.

“Setelah September 2026 yang lesu, bursa saham kembali menguat tajam di awal bulan ini,” kata Ratna.

Menurutnya, minat investasi terhadap sektor AI kembali meningkat, sementara kinerja laba perusahaan yang solid turut menopang sentimen pasar.

Ratna mencatat penguatan pasar saham AS saat ini memasuki tahun keempat sejak pasar bullish dimulai pada 2022.

Kenaikannya telah mencapai 118 persen dan menjadi salah satu periode pasar bullish terpanjang sejak Perang Dunia II.

Harga minyak juga menjadi katalis positif. Harga minyak Brent cenderung stabil di sekitar 100 dolar AS per barel pada Selasa (6/10/2026), setelah sebelumnya mengalami koreksi.

Di sisi lain, harga emas spot ditutup menguat 0,7 persen menjadi 4.168 dolar AS per troy ounce pada Selasa. Penguatan tersebut didukung oleh jeda kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar AS.

Investor global kini menantikan risalah rapat The Fed pada September untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Dari dalam negeri, investor mencermati data cadangan devisa Indonesia September 2026 yang akan dirilis pada Rabu.

Pada Agustus 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat 146,5 miliar dolar AS, meningkat dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli.

Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai juga menjadi perhatian. Hingga akhir September 2026, penerimaan mencapai Rp240,28 triliun atau 71,51 persen dari target penerimaan Bea Cukai dalam APBN 2026.

Realisasi tersebut tumbuh 8,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 4,5 persen pada 2026.

Bank Dunia menilai aktivitas ekonomi Indonesia didukung peningkatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, investasi yang berkaitan dengan negara, serta subsidi energi.

Namun, lembaga tersebut juga menilai bauran kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek turut berkontribusi terhadap peningkatan ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.

Dari pasar saham global, bursa Eropa ditutup menguat pada Selasa (6/10). FTSE 100 Inggris naik 0,42 persen, DAX Jerman menguat 0,77 persen, CAC 40 Prancis naik 0,40 persen, dan Euro Stoxx 50 menguat 0,49 persen.

Wall Street juga ditutup kompak menguat. S&P 500 naik 0,58 persen menjadi 7.818,93, Nasdaq Composite menguat 0,45 persen ke 27.599,79, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,49 persen menjadi 51.521,69.

Namun, mayoritas bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Rabu pagi. Nikkei turun 0,62 persen ke 70.248,00, Hang Seng melemah 0,84 persen ke 24.107,76, Kospi turun 1,01 persen ke 6.873,79, Kuala Lumpur melemah 0,99 persen ke 1.617,11, dan Strait Times turun 0,92 persen ke 5.649,60.

Sementara itu, bursa Shanghai tidak diperdagangkan karena libur Golden Week dalam rangka peringatan Hari Nasional China. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
34o
Kurs