Pakar dari Universitas Indonesia (UI) menilai kondisi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia masih bergantung pada pembenahan lembaga keuangan di Indonesia, serta kondisi geopolitik global.
Ibrahim Kholilul Rohman, Dosen Pascasarjana bidang Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia mengatakan, hal yang bisa diusahakan pemerintah adalah meningkatkan kepercayaan investor dengan perbaikan pengelolaan keuangan, dan kebijakan yang berpihak pada iklim investasi.
“MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang memberikan semacam warning, karena floating grade kita sangat rendah. Kemudian beberapa waktu belakangan rating agency menurunkan outlook dari positif ke negatif, kita mesti perbaiki gitu. Kalau kalau itu kita enggak perbaiki, ya indeks kepercayaan terhadap investasi di Indonesia juga akan menurun,” ujar Ibrahim kepada suarasurabaya.net, Rabu (25/3/2026).
Ibrahim juga memperkirakan, kalau kondisi geopolitik global tidak membaik, dan perang masih berlanjut. Investor akan meneruskan tren investasi ke aset yang lebih aman, seperti emas.
“Jadi beberapa aspek sifatnya internal credibility, governance, beberapa aspek sifatnya karena geopolitik ya. Kalau geopolitik, orang akan menarik investasinya dan memindahkan aset yang lain yang lebih aman gitu,” imbuhnya.
Ibrahim mencontohkan keputusan politik Donald Trump Presiden Amerika Serikat, yang sangat berpengaruh pada pasar saham global, termasuk Indonesia.
“Kemarin Trump bilang ada kemungkinan ini akan melandai tensinya. Jadi selama geopolitiknya itu tidak stabil, orang akan selalu lari ke jenis aset yang lebih stabil, yang lebih aman,” ujarnya.
Ibrahim mengatakan, pasar saham Indonesia masih bergantung pada kepercayaan investor asing daripada investor lokal.
“Investor atau pemilik modal itu melihat kredibilitas, budget-nya itu dilihat sustainable atau tidak? Kemudian mereka akan punya confidence. untuk menaruh uangnya di Indonesia. Ini yang saya bilang investor asing ya. Kalau retail domestik kan mereka paling mainnya jangka pendek, yang lagi untung masukin, tidak keluar. Jadi tidak secara fundamental bisa mengerek IHSG. Jadi yang bisa ngerek itu confidence dari asing,” tambahnya.(lea/ipg)









