Jumat, 6 Maret 2026

Indef Nilai MBG Jadi Peluang Peternak Ayam Hadapi Rencana ART Indonesia-AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tauhid Ahmad Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Foto: Antara

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi memperkuat daya saing industri hilirisasi ayam nasional, khususnya untuk menghadapi rencana impor ayam sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia – Amerika Serikat (AS), atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Pernyataan ini disampaikan Tauhid Ahmad Ekonom senior di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang menyebut, program seperti MBG dapat dimanfaatkan peternak ayam lokal untuk meraih keuntungan sekaligus menjadikan produknya lebih kompetitif.

“Menurut saya harus kompetitif di dalam negeri. Misalnya memastikan pasokan bahan makan untuk ternak ayam bisa lebih murah, didukung oleh kebijakan pemerintah, kemudian untuk obat dan kesehatan untuk peternakan ayam serta sebagainya termasuk infrastrukturnya pemerintah bisa bantu sehingga harga jual produk ayam domestik itu bisa lebih murah dibandingkan produk impor,” kata Tauhid dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026) yang dilansir Antara.

Tauhid mengatakan, kebutuhan pasokan ayam untuk MBG nantinya bisa dimasukkan dalam proyek hilirisasi ayam.

“Karena adanya pasokan dari dalam negeri untuk kebutuhan MBG besar, maka market-market khusus itu harus dipasok dari dalam negeri sehingga ada market khusus yang memang bisa dimasukkan dalam proyek hilirisasi ayam,” ujarnya.

Sebagai informasi dalam ART tersebut, Indonesia diharuskan mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor (dengan estimasi nilai sekitar 17-20 juta dolar AS).

GPS sendiri sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama, dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia.

Selanjutnya, impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs selama ini memang tidak dilarang, sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, dan ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga melakukan importasi mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya dengan estimasi volume impor sekitar 120.000-150.000 ton per tahun.

Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik.(ant/ily/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 6 Maret 2026
30o
Kurs