Selasa, 10 Maret 2026

Jelang Idulfitri Pemerintah Perkuat Stok dan Kendalikan Harga Daging Ayam Ras

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Pedagang yang sedang berjualan daging ayam di Pasar Wonokromo, Surabaya, Kamis (24/4/2025). Foto: Nova Trisya Kaka Mg suarasurabaya.net

Pemerintah memastikan stok dan harga daging ayam ras tetap terkendali menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Beberapa langkah yang diambil adalah penguatan pasokan, pemantauan distribusi, dan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas pangan nasional.

Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri menyoroti peran pihak perantara dalam rantai pasok daging ayam ras, yang berpotensi memicu fluktuasi harga. Sehingga diperlukan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga.

“(Soal) daging ayam ras, Bapanas (Badan Pangan Nasional) harus berpikir, di daerah mana saja yang terjadi kenaikan (harga) daging ayam ras, apa penyebabnya,” kata Tito seperti dilansir Antara, Selasa (10/3/2026).

Menurut Tito, kenaikan harga tidak terjadi di tingkat peternak, melainkan pada tahap distribusi ketika perantara membeli dari peternak lalu menjual kembali ke pasar dengan harga lebih tinggi.

Meski demikian, pemerintah mencatat tren perbaikan. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras mulai menurun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hingga pekan pertama Maret, jumlah daerah dengan kenaikan IPH turun menjadi 176 kabupaten/kota.

Sebaliknya, jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH daging ayam ras meningkat menjadi 96 kabupaten/kota, lebih tinggi dibanding dua pekan sebelumnya yang masing-masing 88 dan 84 kabupaten/kota.

Sementara, Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian menegaskan pemerintah akan menindak praktik perantara yang memicu anomali harga di tengah kecukupan produksi nasional.

“Daging ayam itu aku beresin. Memang sedikit saja naiknya, cuma tidak ada toleransi. (Pihak) yang menaikkan ternyata middleman. Itu tidak benar. Produsennya sudah tidak naikkan. Ini harus ditindak karena sudah ada harga acuan, tidak boleh ada yang melanggar,” ungakap Amran.

Dari sisi pasokan, ketersediaan daging ayam ras nasional dipastikan aman. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan per 5 Maret, hingga akhir Maret stok diperkirakan surplus 591,3 ribu ton.

Surplus tersebut berasal dari stok awal Maret sebesar 478,5 ribu ton dan tambahan produksi 475,7 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi selama Maret diperkirakan 362,9 ribu ton.

Pemerintah juga merespons kenaikan harga daging ayam ras yang menjadi penyumbang inflasi, baik terhadap inflasi umum maupun inflasi pangan bergejolak (volatile food) pada Februari 2026.

I Gusti Ketut Astawa Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas mengatakan pihaknya telah mengarahkan seluruh pelaku usaha pangan agar mematuhi ketentuan harga di sepanjang rantai pasok, dari hulu hingga hilir.

“Intinya di hulu tidak boleh nakal. Kemudian di tengah tidak boleh nakal,” ujarnya.

Kepala daerah juga diminta memantau kondisi di lapangan dan menugaskan dinas terkait untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.

Sebagai langkah intervensi, pemerintah menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM). Melalui program ini, masyarakat dapat membeli daging ayam beku berkualitas premium seharga Rp40.000 per kilogram.

Program GPM daging ayam beku tersedia di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi dan berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri.

Program ini merupakan kolaborasi Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. Lokasi GPM dapat diakses melalui tautan bit.ly/gpmdagingayam2026.(ant/lea/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
34o
Kurs