Selasa, 7 April 2026

Kemenkeu Usulkan Rencana Akuisisi Pengelolaan PNM kepada Danantara

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Foto: Antara

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengaku pihaknya tengah mengajukan usulan untuk mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) atas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia). PNM merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang kini menjadi anggota Danantara Indonesia.

“Saya sedang propose (mengajukan) ke Danantara, (agar) PNM kasih ke kami (Kementerian Keuangan). PNM Madani itu kasih ke kami, nanti kami akan jadikan PNM itu penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat),” kata Purbaya, Senin (6/4/2026).

Rencananya, Kemenkeu akan menjadikan PNM sebagai anak usaha di salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Akuisisi tersebut diajukan sebagai salah satu solusi untuk memperlancar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Berdasarkan data laporan yang Kemenkeu terima, banyak protes dari pelaku UMKM tentang sulitnya mendapatkan layanan KUR.

Di samping itu, kebutuhan biaya yang cukup tinggi dalam penyaluran KUR melalui perbankan juga menjadi pertimbangannya.

“Kalau KUR yang (disalurkan) lewat bank-bank itu kan kami bayar bunga tuh sampai 18 persen. Uangnya hilang (terpakai untuk membayar bunga), setiap tahun sekitar Rp40 triliun,” tuturnya.

Jika rencana ini tercapai, kemungkinannya dana senilai Rp40 triliun tersebut dapat dijadikan modal untuk mentransformasikan BUMN tersebut menjadi bank UMKM.

Purbaya berharap dapat menjadikan PNM sebagai bank besar bermodalkan Rp200 triliun dalam kurun waktu 5 tahun.

“Jadi, anggaran (yang dikeluarkan oleh) kami nggak bertambah (tetap Rp40 triliun setiap tahunnya), tapi dia (PNM) meminjamkan (anggaran tersebut) sebagai dana bergulir, dengan bunga murah. Jadi, Rp40 triliunnya nggak hilang,” jelasnya.

Mengutip dari kantor berita Antara, selain bank khusus, Purbaya menyatakan pihaknya juga akan membangun ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi yang dilengkapi dengan tim penasihat, tim pemasaran, fasilitas pelatihan, hingga lembaga penjamin kredit.

Purbaya menambahkan bahwa rencananya ini sudah mendapat sinyal positif dari Prabowo Presiden.

Kendati demikian, usulannya kepada Danantara itu, tetap akan ia matangkan sembari melakukan diskusi dengan pihak Danantara untuk mencari jalan terbaik.

“Kalau didukung oleh Komisi XI, kami akan eksekusi (rencana pengambilalihan PNM) itu. Kami sudah lapor ke Pak Presiden, dia bilang, kalau bagus jalankan saja. Tapi, kami masih berunding dengan Danantara. Mohon dukungannya (dari Komisi XI DPR RI),” kata Purbaya.

Namun, ia mengatakan jika Danantara menyanggupi untuk membangun sendiri ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi seperti rancangan di atas, maka Kementerian Keuangan tidak akan mengambil alih PNM.

“Nanti kami coba follow up (tindak lanjuti) seperti itu. Kalau bisa jalan (direalisasikan oleh Danantara sendiri), silakan jalan. Tapi kalau nggak, kami ambil alih (PNM). Kalau jadi diambil alih, kami nanti lapor ke sini (Komisi XI), boleh apa nggak,” pungkasnya.(ant/mar/lta/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs