Sabtu, 10 Januari 2026

Khofifah Pastikan Proyek SRRL Fase 1 Mulai Dibangun Tahun Depan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ralf Beste Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menggelar pertemuan di Grahadi, Jumat (9/1/2026). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memastikan pembangunan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 Gubeng – Wonokromo – Sidoarjo akan mulai ground breaking atau peletakan batu pertama pada tahun 2027 mendatang.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menggelar pertemuan dengan Ralf Beste Duta Besar Jerman untuk Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Dalam pertemuan itu keduanya membahas berbagai hal strategis terutama kerjasama di sektor infrastruktur transportasi publik, kesehatan dan pendidikan.

Di sektor infrastruktur, Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jerman serta Uni Eropa yang selama menjadi mitra dalam percepatan pembangunan di wilayah Jawa Timur.

Terutama dalam mendukung KfW Development Bank untuk pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 Gubeng – Wonokromo – Sidoarjo.

“Ini menjadi penting karena transportasi publik di area Aglomerasi Surabaya memang harus dicari solusi. Insya Allah di tahun 2027 akan Ground Breaking,” ucap Khofifah di Grahadi.

Gubernur Jatim itu menyebut, keberadaan SRRL akan memudahkan dan mempercepat mobilitas masyarakat yang bekerja di kawasan Surabaya Raya.

Sebagai informasi SRRL telah tercantum dalam Perpres no 12 tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan telah berproses dari tahun 2020 melalui Blue Book Bappenas 2020-2024.

Kemudian pada tanggal 30 Juni 2025 akhirnya dilakukan penandatanganan loan agreement antara Pemprov Jatim dengan KfW Development Bank senilai EURO 297 juta.

Rencananya, proyek ini akan mendukung elektrifikasi dan jalur ganda bagi kurang lebih 22 km jalur kereta api di Surabaya. Keberadaan jalur ini nantinya diharapkan dapat mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari, memberikan manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama, mengurangi kemacetan jalan dan biaya logistik.

Sementara itu Ralf Beste Duta Besar Jerman untuk Indonesia menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya Pemprov Jatim dalam mewujudkan transportasi publik yang layak bagi masyarakat.

“Kami siap mendukung Jatim dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus Game Changer di Indonesia,” katanya.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 10 Januari 2026
29o
Kurs