Minggu, 22 Maret 2026

Mentan Nilai Harga Pangan Tetap Terjaga Saat Ramadan dan Idulfitri

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) saat kunjungan ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026). Foto: Antara

Andi Amran Sulaiman Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) menyatakan pergerakan harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah terjaga sehingga daya beli masyarakat turut terjaga.

“Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadhan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga,” ungkap Amran dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).

Saat ini, komoditas pangan strategis yang telah mencapai swasembada antara lain beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

“Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya,” katanya.

Fluktuasi yang terjaga tersebut juga diimplementasikan melalui program intervensi pangan yang secara kolaboratif dilaksanakan oleh pemerintah.

Beberapa program intervensi pangan yang dilakukan oleh pemerintah selama Ramadan hingga Idulfitri antara lain distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Indonesia, termasuk penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat.

Data realiasasi penjualan beras SPHP yang dicatat oleh Bapanas sampai 19 Maret menunjukkan capaian 42,3 ribu ton, dengan target pada tahun ini sebanyak 828 ribu ton. Sebelumnya Bapanas telah mengajukan anggaran untuk SPHP beras sebanyak 1,5 juta ton.

Melihat realisasi SPHP beras sampai akhir tahun sebelumnya, anggaran untuk SPHP kini berjumlah Rp4,97 triliun yang setara dengan biaya subsidi harga sejumlah 828 ribu ton.

Sedangkan untuk program GPM, realisasinya telah mencapai 789 kali selama Maret 2026 di berbagai lokasi di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Melansir Antara, program GPM selain menyediakan bahan pangan secara umum, juga menyediakan daging ayam beku berkualitas premium yang tergabung dalam GPM khusus dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

GPM khusus daging ayam beku tersebut tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi yang berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri. Pada program ini, Bapanas berkolaborasi dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Selain daging ayam beku, GPM khusus tersedia untuk daging sapi dan kerbau dan bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari dengan harga terjangkau.

Sebelumnya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia telah memastikan jajarannya untuk mengupayakan penjagaan dan pengendalian harga pangan selama Ramadan 2026.

Prabowo sempat memberikan apresiasi atas berjalannya pengendalian harga pangan selama Ramadan 2026.

“Dengan (adanya) perang (Timur Tengah), (kemungkinan) harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadhan harga pangan (di dalam negeri) terkendali atau tidak? I think we are doing a good job,” ucap Prabowo saat menanggapi Najwa Shihab dalam tayangan video ‘Presiden Prabowo Menjawab !!!’ yang diunggah pada Kamis (19/3).

Sejak jauh hari, Indonesia telah bersiap dalam menghadapi kemungkinan gejolak luar negeri. Menurut Prabowo Presiden, sektor pangan harus dijamin ketercukupannya dan dapat dipenuhi secara mendiri oleh bangsa Indonesia.

“Pertama itu kan pangan, makan. It’s a basic need. Dan disitu saya lihat, common denominator, masalah yang asasi, selalu adalah pangan. Jadi itu yang mempengaruhi saya, sehingga saya lihat kalau kita ingin merdeka, kita harus jamin sumber pangan,” terangnya.

Ia mengungkapkan inspirasi visi swasembada pangan yang diusung berasal dari visi Soekarno Presiden Pertama Republik Indonesia di awal kemerdekaan Indonesia.

“Itu juga yang disampaikan oleh Bung Karno kan. Bung Karno begitu dia mimpin Indonesia baru merdeka, yang dia urus sebetulnya ya pangan, (dan) pertanian. Dia yang bikin IPB (Institut Pertanian Bogor). Dia yang selalu ngomong, the hungry stomach cannot wait,” tutur Prabowo. (ant/vve/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 22 Maret 2026
32o
Kurs