Ogi Prastomiyono Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkakan adanya peningkatan hingga ratusan persen dari hasil investasi asuransi per Februari 2026.
Fenomena tersebut diduga lantaran kondisi pasar keuangan yang semakin membaik. Ogi memaparkan hasil investasi asuransi jiwa melonjak 245,44 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara hasil investasi asuransi umum naik 18,47 persen yoy pada Februari 2026.
“Hasil investasi menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan asuransi jiwa mencapai Rp9,37 triliun dan asuransi umum Rp1,40 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar keuangan,” ucap Ogi melansir dari Antara, Jumat (10/4/2026).
Kendati demikian, Ogi tetap mengingatkan industri perasuransian harus mengutamakan keseimbangan antara pendapatan premi, underwriting, dan hasil investasi, sehingga tidak bergantung secara berlebihan pada kinerja investasi.
Lalu untuk pendapatan premi, ia menuturkan asuransi jiwa mencatatkan pendapatan Rp32,39 triliun atau tumbuh 0,12 persen yoy per Februari 2026 yang menandakan perbaikan kinerja serta menunjukkan adanya stabilits industri pascapenyesuaian produk dan regulasi.
“Ke depan, pertumbuhan premi diharapkan didorong oleh inovasi produk, penguatan distribusi, serta peningkatan literasi masyarakat,” ujarnya.
OJK juga mencatatkan di bidang kesehatan, baik pada asuransi jiwa maupun umum masih dalam batas yang terjaga, bahkan terjadi peningkatan. Dengan itu ia meminta perusahaan asuransi untuk tetap menjaga tren tersebut dengan memperkuat underwriting, pengelolaan klaim, serta pengendalian biaya layanan kesehatan.
Peningkatan klaim kesehatan tersebut pun menekan realisasi laba pada industri asuransi jiwa. Ogi menyampaikan, laba asuransi jiwa tercatat sebesar Rp1,14 triliun atau menurun 12,56 persen yoy.
Sedangkan industri asuransi umum justru mencatatkan laba Rp4,32 triliun atau melonjak 123 persen yoy, didorong oleh perbaikan underwriting dan pengelolaan klaim.
Meskipun begitu, pihaknya memastikan industri asuransi masih akan tumbuh positif di tengah dinamika pasar dan tantangan global.
“Secara keseluruhan, OJK melihat prospek industri asuransi tetap positif dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan, didukung oleh keseimbangan antara segmen individu dan kumpulan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah dinamika pasar dan tantangan global,” pungksnya.(ant/mar/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
