Senin, 6 April 2026

Pemerintah Cari Nafta Bahan Baku Plastik ke Afrika dan Amerika

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Budi Santoso Menteri Perdagangan (kedua kanan), M. Qodari Kepala Staf Kepresidenan (kedua kiri), Ni Luh Enik Ermawati Wamenpar (kiri) dan Suntana Wamenhub dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Antara

Pemerintah Indonesia mencari sumber alternatif untuk bahan baku plastik mengantisipasi gangguan impor dari negara-negara di Timur Tengah.

Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) pada Rabu (1/4/2026),  menyampaikan kondisi Timur Tengah mengakibatkan adanya dampak terkait aktivitas impor nafta yang digunakan untuk memproduksi plastik.

“Memang beberapa hari ini harga plastik yang beredar di masyarakat mengalami kenaikan. Ini merupakan bagian dari dampak perang, karena salah satu bahan baku plastik yaitu nafta kita impor dari Timur Tengah,” kata Budi, seperti dilaporkan Antara.

Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku membuat harga domestik rentan terhadap gejolak global. Gangguan distribusi maupun lonjakan harga di pasar internasional langsung berdampak ke dalam negeri.

“Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku, yang kita impor dari Timur Tengah. Apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti, atau alternatif dari negara lain,” tambahnya.

Mendag sendiri merujuk kepada nafta yaitu senyawa hidrokarbon turunan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama memproduksi plastik resin, karet, dan pelarut.

Dia menyebut sudah dilakukan pendekatan dengar beberapa negara termasuk India serta sejumlah pihak lain di Afrika dan Amerika.

“Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain. Jadi kita harapan proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal,” tambahnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri sudah melakukan pembicaraan dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mencarikan alternatif lain selain Timur Tengah

Kemendag juga terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri untuk membantu mencari pemasok baru untuk memastikan pasokan bahan baku plastik tetap lancar.

Dia menyoroti bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di sejumlah lain termasuk Singapura, China, Korea Selatan, Thailand dan Taiwan.

“Tapi kita untuk bahan baku terus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri tetap normal kembali dan pasokan plastik tetap dijaga dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah negara melaporkan mengamankan bahan baku plastik nafta. Termasuk Korea Selatan yang melarang ekspor nafta berlaku mulai Jumat (27/3/2026) sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan pasokan dalam negeri di tengah kekhawatiran akan potensi gangguan impor.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
32o
Kurs