Rabu, 18 Maret 2026

Pemprov Jatim Yakin Target Investasi 147 Triliun Tercapai di Tengah Memanasnya Konflik Global

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Dyah Wahyu Ermawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim saat memaparkan kondisi investasi Jatim 2025-2026, Rabu (18/3/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis target investasi tahun 2026 sebanyak Rp147,7 triliun dapat tercapai di tengah gelombang konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dyah Wahyu Ermawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim mengatakan, kondisi global yang tidak menentu jadi perhatian serius terhadap iklim investasi di Jatim.

“Targetnya di tahun 2026 ini Rp147,7 triliun. Jadi sebenarnya kita ya paling tidak harus melampaui itu atau sama,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Erma menjelaskan, situasi konflik global yang memanas berpotensi memengaruhi psikologis investor, khususnya untuk investasi berskala besar di sektor penanaman modal asing (PMA).

Namun sejauh ini, kata Erma, belum ada dampak signifikan terhadap realisasi investasi di Jatim. Sebab, sebagian besar investasi yang berjalan pada 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen investor yang sudah masuk pada tahun 2025.

“Mereka sudah ada beberapa yang masuk dari 2025, paling tidak ada yang nambah,” ucapnya.

Meski begitu, Erma menyebut ada sejumlah investor besar yang belum menentukan keputusan berinvestasi pada tahun ini. Kata dia mereka cenderung wait and see dalam melihat ketidakpastian global.

Untuk mengantisipasi dampak kondisi tersebut, Pemprov Jatim kini mendorong penguatan investasi skala kecil dan menengah.

“Kita jaga kepercayaan mereka supaya mau berinvestasi. Kita layani dengan baik, kalau ada masalah kita selesaikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Jatim terus berupaya menjaga iklim dan stabilitas investasi di daerah untuk mempertahankan investor yang sudah ada sekaligus menarik investor baru.

Sementara itu, investasi yang masih menjadi tumpuan bagi Jatim meliputi smelter, industri makanan, industri kimia, industri aluminium hingga berbagai industri logam.

“Itu adalah promosi yang cukup manjur untuk mereka tetap bertahan, karena iklim ini baik, dan mengundang investor lain untuk datang,” tandas Erma.(wld/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 18 Maret 2026
28o
Kurs