Selasa, 7 April 2026

Purbaya Menkeu Tegaskan APBN Kuat, Masyarakat Diminta Tak Khawatir

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan ketika memberikan keterangan kepada awak media di kantin Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026). Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman dan terkendali. Masyarakat diminta tidak berspekulasi terkait kemampuan fiskal negara, termasuk isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan memastikan bahwa seluruh perhitungan telah dilakukan secara matang. Ia menegaskan pemerintah memiliki strategi berlapis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah dinamika ekonomi global.

“Teman-teman tidak usah takut, masyarakat tidak usah takut. Saya memastikan uangnya ada. Mungkin saya terlihat santai, tapi semua sudah dihitung,” ujar Purbaya di Kantin Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Purbaya meluruskan informasi terkait bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun yang sebelumnya disampaikan ke publik. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan total kas pemerintah, melainkan cadangan fiskal yang disiapkan untuk kondisi darurat.

“Jadi uang kita itu bukan Rp420 triliun saja. Itu hanya bantalan. Setiap bulan ada penerimaan pajak. Kalau terjadi tekanan yang tidak terduga, kita masih punya pertahanan berlapis,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa potensi penerimaan negara ke depan belum sepenuhnya dihitung, termasuk dampak kebijakan baru di sektor energi.

“Belum kita masukkan sumber-sumber pendapatan lainnya, termasuk potensi peningkatan dari kebijakan Menteri ESDM ke depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemenkeu memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Pemerintah dinilai masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Selama suplai BBM tersedia, kita masih memiliki bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun dari sisa anggaran lebih. Itu bisa digunakan jika situasi mendesak,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Selain itu, Purbaya menilai tren harga minyak dunia tidak akan bertahan tinggi dalam jangka panjang. Ia mengaitkan hal tersebut dengan dinamika politik global, khususnya di Amerika Serikat.

“Kalau melihat perkembangan politik di Amerika Serikat, peluang harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS dalam waktu lama relatif kecil. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau berspekulasi berlebihan,” tegasnya. (lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs