Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, Juda Agung mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) adalah salah satu kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru.
Kekosongan posisi Wamenkeu terjadi setelah Anggito Abimanyu resmi menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Anggito Abimanyu remi dilantik Prabowo Subianto pada Rabu, 8 Oktober 2025 di Istana Negara, Jakarta.
“Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” kata Purbaya seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Purbaya memperkirakan wakilnya akan dilantik Februari 2026. Namun belum ada kepastian soal pembagian tugas ke depan.
“Saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin. Tapi bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” katanya
Kenalan Sama Juda Agung Mantan Deputi Gubernur BI
Juda Agung adalah seorang ekonom senior yang pernah menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Namun pria kelahiran 1964 itu menuai sorotan setelah mengumumkan pengunduran dirinya di Januari 2026. Alasan pengunduran dirinya tidak dibuka ke publik oleh BI.
Jabatan Deputi Gubernur BI diemban sejak Januari 2022, hingga pengunduran dirinya efektif pada 13 Januari 2026. Juda juga sempat menjabat Asisten Gubernur BI, yang membawahi bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial periode 2020-2022.
Kemudian Juda dilantik menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio Bank Indonesia, pada September 2025.
Pendidikan dan pengalaman internasional Juda:
Juda meraih gelar Ph.D. di bidang Ekonomi dari University of Birmingham, Inggris, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Juda juga pernah menjabat Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, mewakili kawasan Asia Tenggara pada periode 2014–2017. (ant/lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
