Senin, 6 April 2026

QRIS Kini Bisa Dipakai untuk Pembayaran Langsung di Korea Selatan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Filianingsih Hendarta Deputi Gubernur Bank Indonesia (kanan) dan Park Soo-deok Minister & Deputy Head of Mission KBRI Korea Selatan di Indonesia berfoto bersama dalam prosesi peresmian QR Antarnegara Indonesia-Korea Selatan di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR Antarnegara Indonesia-Korea Selatan, sehingga masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS melalui aplikasi domestik tanpa perlu menukar valuta asing. Skema ini memungkinkan pembayaran dilakukan langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara, sehingga dinilai lebih praktis, efisien, dan berbiaya rendah.

“Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Perry Warjiyo Gubernur BI dalam keterangan resmi di Jakarta yang dikutip Antara, Rabu (1/4/2026).

Peluncuran tersebut dilakukan pada Rabu (1/4/2026) oleh Bank Indonesia dan Bank of Korea. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari Joint Vision Statement antara Prabowo Subianto Presiden RI dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang ditandatangani pada hari yang sama di Korea Selatan. Peresmian konektivitas QR Antarnegara dilakukan oleh Perry Warjiyo Gubernur BI bersama Sangdai Ryoo Deputi Gubernur Senior Bank of Korea melalui prosesi yang berlangsung serentak di Indonesia dan Korea Selatan.

Perry menilai peresmian ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan inklusif sebagai fondasi konektivitas ekonomi digital kedua negara. Sementara itu, Chang Cheong-soo Deputi Gubernur Bank of Korea menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting yang mencerminkan hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang semakin erat, khususnya dalam penguatan ekonomi dan keuangan digital.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang lebih strategis guna memperkuat integrasi sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antara Korea dan Indonesia,” ujar dia.

BI menyatakan keberhasilan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Korea Selatan merupakan hasil sinergi antara BI, Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta lembaga keuangan yang terlibat. Kedua bank sentral juga berkomitmen menjaga sistem pembayaran lintas negara yang aman, andal, dan efisien guna memperkuat ketahanan keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sejak diluncurkan, QRIS disebut menjadi salah satu penggerak utama transformasi pembayaran digital sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Hingga Februari 2026, jumlah penggunanya telah mencapai 60,77 juta. BI juga mencatat pemanfaatan QRIS antarnegara terus meningkat di berbagai negara mitra, dengan transaksi wisatawan asing di Indonesia atau inbound masih lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri atau outbound.

Sepanjang 2025, transaksi inbound tercatat sebanyak 5.892.621 transaksi, melampaui transaksi outbound yang tercatat 1.681.112 transaksi. Untuk kerja sama dengan Thailand sejak Agustus 2022, BI mencatat 1,64 juta transaksi dengan nominal Rp656,27 miliar hingga Februari 2026. Sementara kerja sama dengan Malaysia sejak Mei 2023 membukukan 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun. QRIS antarnegara dengan Singapura yang diluncurkan pada November 2023 mencatat 554.510 transaksi dengan nominal Rp179,28 miliar, sedangkan kerja sama terbaru dengan Jepang sejak Agustus 2025 telah mencapai 5.088 transaksi dengan nominal Rp428,80 juta.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
32o
Kurs