Rupiah memulai perdagangan Rabu (25/3/2026) di Jakarta dengan melemah terhadap dolar AS.
Pada pembukaan pasar, nilai tukar tercatat Rp16.920 per dolar AS, turun 22 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.898 per dolar AS.
Lukman Leong analis mata uang dari Doo Financial Futures, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi kondisi geopolitik di kawasan Teluk Persia, terutama penutupan Selat Hormuz.
“Sentimen pasar masih condong ke risk-off. Harga minyak yang tinggi, ditambah Selat Hormuz masih tertutup, membuat investor terus berhati-hati memantau perkembangan,” ujar Lukman.
Sebelumnya, Iran telah mengambil kebijakan bahwa kapal transit yang tidak memiliki hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, tetap dapat melintasi Selat Hormuz. Blokade pada jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara Teluk Persia tersebut dipicu oleh operasi yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran.
Blokade itulah yang memengaruhi produksi hingga distribusi tingkat ekspor di kawasan tersebut.
“Harga WTI (West Texas Intermediate/minyak mentah yang diproduksi di Texas, AS) saat ini adalah 88 dolar AS per barel dan brent 98 dolar AS per barel,” jelasnya.
Namun, melansir dari Antara, masih terdapat harapan de-eskalasi konflik selaras dengan laporan bahwa AS telah memberikan Iran rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
Donald Trump, Presiden AS, mengungkapkan dirinya telah memberi perintah untuk menunda semua serangan yang ditujukan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan.
Hal ini disebabkan karena menurut Trump, dialognya dengan Teheran belakangan ini berlangsung sangat baik dan produktif.
Di sisi lain, Mohammad Bagher Ghalibaf seorang Ketua parlemen Iran, menangkis pernyataan Trump tersebut. Ia menyebut kabar yang beredar itu sebagai berita palsu yang memanipulasi pasar minyak dan finansial.
Ghalibaf menegaskan pula, rakyat Iran menuntut hukuman yang ia sebut “hukuman yang penuh dan menimbulkan penyesalan” bagi para agresor. Sedangkan semua pejabat tetap berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.(ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
