Jumat, 30 Januari 2026

Rupiah Melemah Jadi Rp16.807 Per Dolar AS, Dipengaruhi Aksi Jual Saham Investor Asing

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Teller memegang mata uang Dolar AS dan Rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (30/1/2026), bergerak melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS

Josua Pardede kepala ekonom bank di Jakarta mengatakan, pelemahan rupiah ini dipengaruhi aksi jual (net sell) saham dari investor asing di pasar saham, yang berlanjut dari hari sebelumnya.

“Pasar saham Indonesia mengalami koreksi tajam (Kamis kemarin), menyusul penurunan peringkat indeks ekuitas Indonesia oleh Goldman Sachs menjadi underweight, dengan alasan risiko arus keluar asing lebih lanjut,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun sempat anjlok sekitar delapan persen, yang memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker).

Pada sesi kedua hari Kamis (29/1/2026) kemarin pula, pelemahan IHSG tertahan pasca Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan rencana untuk meningkatkan transparansi pasar sesuai persyaratan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Meskipun demikian, IHSG masih ditutup turun 1,06 persen di 8.232, sementara investor asing mencatat penjualan bersih sebesar 275,86 juta dolar AS,” kata dia.

Tekanan dari pasar saham itu memengaruhi terhadap kurs rupiah yang telah tertekan akibat dari sinyal Federal Reserve (The Fed) yang menyatakan bahwa suku bunga mungkin akan tetap tak berubah dalam waktu dekat.

“Hari ini, rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.700–Rp16.825 (per dolar AS),” ujar Joshua. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 30 Januari 2026
32o
Kurs