Rabu, 29 April 2026

Rupiah Melemah ke Level Rp17.326 Per Dolar AS Akibat Meningkatnya Permintaan Safe Haven

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah. Foto: iStock

Nilai tukar Rupiah bergerak melemah 83 poin atau 0,48 persen menjadi Rp17.326 per Dollar AS, pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026) sore.

Muhammad Amru Syifa pengamat mata uang mengatakan, pelemahan dipengaruhi meningkatnya permintaan safe haven di tengah eskalasi Timur Tengah.

“Dari sisi global, rupiah tertekan oleh stabilnya indeks dolar AS di level tinggi (sekitar 98,6) serta meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah,” katanya yang dilansir Antara.

Amru menilai, kekhawatiran terhadap inflasi global akibat kenaikan harga energi turut memperkuat Dollar AS, dan mendorong arus modal keluar dari emerging markets, termasuk Indonesia.

Selain itu, ekspektasi Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama semakin membatasi ruang penguatan rupiah.

Lebih lanjut, dia menyebut isu pergantian Ketua Federal Reserve juga menjadi sumber ketidakpastian tambahan.

“Jika pengganti Jerome Powell cenderung lebih hawkish, pasar akan mengantisipasi suku bunga tinggi lebih lama, yang berpotensi memperkuat Dollar AS dan menekan Rupiah. Sebaliknya, jika arah kebijakan lebih dovish, hal ini dapat membuka ruang stabilisasi atau penguatan Rupiah,” ujar Amru.

Melihat sentimen domestik, kata Amru, fundamental ekonomi Indonesia dinilai relatif stabil dengan inflasi yang masih berada dalam target serta suku bunga Bank Indonesia di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Amru berpendapat, indikator makro ekonomi juga menunjukkan kondisi yang cukup solid, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan sistem keuangan yang tetap kuat.

Namun, menurut dia tekanan eksternal yang masih dominan membuat ruang kebijakan menjadi terbatas dan pergerakan Rupiah tetap rentan terhadap dinamika global.

Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia mengandalkan intervensi di pasar spot, sekaligus aktif di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“Strategi ini dinilai efektif dalam mengelola ekspektasi pasar tanpa harus menguras cadangan devisa secara signifikan, meskipun tantangan struktural terkait ketahanan eksternal masih perlu diwaspadai,” ucapnya.

Amru juga beranggapan pelaku pasar cenderung berhati-hati pula menjelang rilis data penting pekan ini, termasuk inflasi April dan neraca perdagangan Maret. Data sebelumnya menunjukkan inflasi Maret melambat ke 3,48 persen, meskipun risiko kenaikan masih terbuka akibat tingginya harga minyak global.

“Di sisi lain, surplus perdagangan Februari tercatat di bawah ekspektasi akibat lonjakan impor. Sehingga, memunculkan kekhawatiran terhadap keseimbangan eksternal,” kata Research and Development ICDX itu.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu ini juga bergerak melemah ke level Rp17.324 per Dollar AS dari sebelumnya Rp17.245 per Dollar AS.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, diketahui nilai tukar Rupiah berada di level Rp17.243 per Dollar AS. (ant/ily/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 29 April 2026
29o
Kurs