Selasa, 7 April 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar di Tengah Ketegangan AS-Iran

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi - Rupiah dan Dolar AS. Foto: iStock

Nilai tukar rupiah pada Selasa (7/4/2026) pagi melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.064 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS.

Lukman Leong analis mata uang dari Doo Financial Futures, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian global, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng (Timur tengah) setelah Trump (Presiden AS Donald Trump) kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran,” ujarnya seperti dikutip Antara, Selasa (7/4/2026).

Mengutip Sputnik, Trump memperingatkan bahwa militer AS dapat mengambil langkah besar terhadap Iran apabila situasi terus memburuk.

Sebelumnya pada Senin (30/3/2026) lalu, Trump juga menyatakan bahwa AS dapat mengambil tindakan terhadap infrastruktur penting Iran mulai dari pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, hingga pabrik desalinasi Iran apabila tidak tercapai kesepakatan damai dan Selat Hormuz tetap ditutup.

Pada Minggu (5/4/2026), Trump kembali menegaskan kemungkinan langkah tersebut pada Selasa (7/4/2026) apabila Iran tidak membuka kembali jalur perairan strategis itu.

Trump menambahkan bahwa situasi saat ini masih sangat dinamis dan keputusan AS selanjutnya akan bergantung pada respons Iran.

Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Iran menolak gagasan gencatan senjata dengan AS karena menilai penghentian sementara konflik justru dapat dimanfaatkan lawan untuk berkumpul dan kembali memperkuat posisi.

Esmaeil Baqaei juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan Tehran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata apabila ada jaminan agar konflik tidak kembali terjadi. Selain meminta jaminan agar konflik tidak kembali berulang, Iran juga menegaskan bahwa setiap keputusan terkait keamanan nasional harus dapat mencegah potensi serangan lanjutan.

“Dengan situasi dan perkembangan saat ini, saya melihat Rp17 ribu masih cukup ideal dan tidak akan berdampak besar pada pasar finansial. Namun, BI perlu terus menjaga volatilitas dan tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh,” kata Lukman.

Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.(ant/zan/lta/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs