Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Senin (9/2/2026), bergerak menguat tipis 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.872 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.876 per dolar AS.
Lukman Leong analis mata uang menyebut penguatan rupiah seiring sentimen risk-on global yang mendorong pasar untuk kembali membeli aset berisiko.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on global,” kata Lukman.
Sentimen positif ini bersumber dari rebound di pasar ekuitas global, terutama di Wall Street, yang mendorong aktivitas bargain hunting.
Dilansir dari Antara, saham-saham sektor teknologi menjadi sorotan setelah mengalami koreksi beberapa waktu terakhir, sehingga menarik minat investor.
Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Lukman menekankan, kondisi sentimen domestik yang masih lemah menjadi faktor penghambat. Investor saat ini menanti data survei kepercayaan konsumen Indonesia yang dirilis siang ini. Indeks kepercayaan konsumen diperkirakan naik tipis dari 123,5 menjadi 123,9.
Berdasarkan kondisi global dan domestik, rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang hari ini. (ant/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
