Rabu, 30 September 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.925 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Penopang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pada Rabu (30/9/2026), seiring penurunan harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi.

Rupiah dibuka menguat 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.925 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.981 per dolar AS.

Lukman Leong analis Doo Financial mengatakan, penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.

“Penguatan ini didukung oleh harga minyak dunia yang turun cukup besar oleh berita bahwa Arab Saudi melanjutkan kembali setengah dari ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat,” kata Lukman dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2026).

Harga minyak dunia memang mengalami koreksi setelah muncul tanda-tanda pemulihan pasokan dari Timur Tengah.

Arab Saudi kembali meningkatkan ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak.

Selain pulihnya aliran minyak Arab Saudi, peningkatan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dalam waktu dekat.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak mentah Brent turun 2,6 persen menjadi sekitar 102,59 dolar AS per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 3,5 persen menjadi 89,38 dolar AS per barel.

Bagi rupiah, penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan dari sisi kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor energi. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar di tengah pergerakan rupiah yang masih berada di sekitar level Rp18.000 per dolar AS.

Lukman mengatakan penguatan rupiah berpotensi mendapat dukungan tambahan dari langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Menurut dia, bank sentral kembali melakukan intervensi di pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Sementara itu, Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank juga melihat tekanan terhadap rupiah mulai mereda seiring turunnya harga minyak global.

“Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.925–Rp18.025 per dolar AS,” ujar Josua.
(ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 30 September 2026
33o
Kurs