Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadan hingga Lebaran 2026.
Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog mengungkapkan, saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 3,2 juta ton dan terus bertambah.
“Kalau beras, alhamdulillah masih 3,2 juta ton. Bahkan sekarang (stoknya) nambah, sampai dengan hari ini sudah nambah lebih kurang sekitar 100.000 ton,” ujar Rizal dilansir dari Antara, Minggu (22/2/2026).
Penambahan stok tersebut berasal dari program serapan gabah dan beras petani dalam negeri yang digencarkan sepanjang Januari 2026. Dalam satu bulan terakhir, tambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 100.000 ton.
Rizal menegaskan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Bulog dan petani di berbagai daerah.
“Alhamdulillah ini berkat kerja sama dari seluruh para petani maupun teman-teman yang ada di lapangan untuk menyerap gabah-gabah para petani, yang kami olah menjadi beras,” katanya.
Dengan stok mencapai 3,2 juta ton, Bulog menilai ketersediaan beras sangat memadai untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026, periode yang umumnya ditandai peningkatan konsumsi pangan pokok.
Selain memastikan pasokan beras aman, Bulog juga menjamin distribusi Minyakita berjalan sesuai kebijakan terbaru pemerintah terkait skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.
Dalam skema baru tersebut, penyaluran dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk Bulog, tanpa melalui distributor. Minyakita dikirim dari gudang Bulog langsung ke pasar-pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Harga Minyakita ditetapkan Rp14.500 per liter dari gudang Bulog dan dijual ke masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
“Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen,” ujar Rizal.
Bulog mulai menyalurkan Minyakita secara langsung sejak 1 Januari 2026 dengan stok yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter per bulan. (ant/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
