Kota Surabaya akan menjadi hub data center kawasan Indonesia Timur usai hadirnya E2 Data Center DCI Indonesia.
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim menyebut, dukungan infrastruktur digital yang kuat penting untuk Jatim dengan struktur ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kuat.
“Sekarang semua orang tahu data center itu paling penting, apalagi untuk menunjang AI, machine learning, dan cloud computing,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Emil menilai, data center memungkinkan pelaku usaha tidak lagi terbebani investasi besar di awal untuk perangkat keras, karena bisa memanfaatkan layanan komputasi berbasis cloud yang dinilai lebih efisien dan andal.
Sementara kesiapan infrastruktur energi di Jawa Timur, Emil menuturkan ketersediaan pasokan listrik masih di atas beban puncak dinilai mampu menunjang operasional data center berkapasitas awal sembilan megawatt (MW) tersebut.
“Ini sejalan dengan semangat Gerbang Baru Nusantara, bukan hanya sebagai gerbang fisik, tapi juga gerbang digital,” bebernya.
Sementara itu, Otto Toto Sugiri Founder dan CEO DCI Indonesia mengungkapkan, memilih Surabaya karena posisi strategisnya sebagai pusat ekonomi terbesar kedua di Indonesia sekaligus pintu gerbang ke kawasan timur.
“Surabaya ekonomi terbesar kedua setelah Jakarta dan juga gerbang untuk Indonesia Timur,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penguatan konektivitas global yang akan mendukung peran Surabaya ke depan. Rencananya, jaringan kabel fiber optik bawah laut dari Amerika Serikat akan terhubung melalui Indonesia Timur, Makassar, Surabaya, hingga Singapura.
Konektivitas tersebut dinilai akan semakin memperkuat posisi Surabaya dalam ekosistem digital regional.
“Surabaya ini akan terhubung secara fiber optik dengan dari Amerika itu akan turun melalui melalui Indonesia Timur, Makassar dan Surabaya baru ke Singapura,” ungkapnya.
Saat ini, pembangunan data center di Surabaya masih berada pada tahap awal dengan kapasitas sembilan MW. Namun ke depan, DCI menargetkan pengembangan hingga ratusan megawatt di Jawa Timur.
“Ini baru tahap awal, tapi kami harapkan bisa berkembang sampai ratusan megawatt,” kata Toto. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
