Transaksi listrik melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa Timur (Jatim) meningkat dua kali lipat dibandingkan 2025. Sepanjang 2026, nilai transaksi tercatat mencapai Rp14 miliar dengan lebih dari 218 ribu transaksi.
Seiring peningkatan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jatim menargetkan ada penambahan 75 unit SPKLU selama 2026.
Eric Rossi Priyo Nugroho General Manager PLN UID Jatim mengatakan, hingga saat ini realisasi penambahan SPKLU sudah mencapai sekitar 60 unit.
“Sekarang 60-an (unit),” kata Eric saat peresmian SPKLU di Kantor PLN ULP 3 Surabaya Barat, Kamis (1/10/2026).

Saat ini, total SPKLU di Jawa Timur mencapai 327 unit yang tersebar di 185 lokasi. Eric mengatakan penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar konvensional ke kendaraan listrik.
Menurutnya, rasio ketersediaan SPKLU dibandingkan jumlah kendaraan listrik di Jawa Timur saat ini masih sekitar 1:18. Sementara rasio ideal berada di kisaran 1:10.
“Untuk targetnya memang kami menuju ke 1:10 atau 1:12 ya akhir tahun 2026,” ujarnya.
Eric menambahkan, pembangunan SPKLU pada 2027 akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.
Penambahan SPKLU, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya PLN memperluas infrastruktur pendukung kendaraan listrik di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan berbasis listrik di masyarakat. (lta/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

