Sabtu, 3 Oktober 2026

Trump Ancam Tarif Tambahan Jika Korea Selatan Tolak LNG Alaska

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden AS saat berbicara dengan wartawan selama konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026) di Washington. Foto: Reuters

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap Korea Selatan, jika Seoul tidak mendukung proyek gas alam cair (LNG) Alaska yang disebut telah diumumkan bersama sejumlah pejabat kabinet AS.

Trump menyampaikan ancaman tersebut dari Gedung Putih pada Jumat (2/10/2026), ketika ditanya apakah dirinya terlalu cepat menyampaikan rencana terkait dukungan Korea Selatan terhadap proyek tersebut.

“Saya tidak gegabah mengambil tindakan. Maksud saya, mereka ada di sana dan diwakili. Dan kita lihat saja. Jika mereka tidak mau melakukannya, saya tidak masalah. Saya hanya akan mengenakan biaya lebih kepada mereka,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Rabu menyebut Korea Selatan akan menginvestasikan 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,57 kuadriliun untuk mendukung pembangunan sejumlah proyek gas alam cair dan energi nuklir utama di Amerika Serikat, termasuk proyek LNG Alaska.

Namun, nilai investasi yang disebut Trump berbeda dengan laporan sebelumnya. Bloomberg melaporkan Korea Selatan akan menginvestasikan 54 miliar dolar AS atau sekitar Rp965 triliun untuk proyek LNG Alaska.

Dilansir dari Antara, investasi tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen Korea Selatan yang lebih luas senilai 350 miliar dolar AS atau sekitar Rp6,26 kuadriliun untuk berinvestasi di Amerika Serikat pada 2025.

Di sisi lain, Pemerintah Korea Selatan membantah telah mencapai kesepakatan resmi mengenai proyek LNG Alaska.

Kim Jung-kwan Menteri Perdagangan, Industri dan Sumber Daya Korea Selatan pada Kamis (1/10/2026) mengatakan, kedua negara baru menyepakati tiga poin yang tercantum dalam lembar fakta.

Kim menegaskan, angka maupun pernyataan yang bersifat pasti yang disampaikan Washington melampaui hal-hal yang sebenarnya telah dibahas kedua pihak. (ant/fia/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
29o
Kurs