Jumat, 2 Oktober 2026

Wamenkeu: APBN 2027 Dirancang untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Ekspansif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Juda Agung Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Media Gathering Kementerian Keuangan 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). Foto: Antara

Untuk menopang tiga fungsi itu, pemerintah menyiapkan strategi peningkatan penerimaan negara. Di sektor perpajakan, pemerintah akan memperluas basis pajak melalui pemanfaatan data dan teknologi, mengoptimalkan Coretax dan Compliance Risk Management Integrated Risk Engine, meningkatkan pengawasan wajib pajak strategis dan berisiko tinggi, serta memperkuat penegakan hukum dan insentif perpajakan.

Di sektor bea dan cukai, strategi diarahkan pada pemberantasan perdagangan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, penguatan kebijakan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan bea masuk komoditas tertentu, perluasan basis penerimaan, serta dukungan terhadap ekspor, hilirisasi, dan pertumbuhan wilayah.

Sementara untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan dari sektor sumber daya alam melalui perbaikan tata kelola, penguatan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA), digitalisasi, serta peningkatan pengawasan dan kepatuhan.

“Ini yang diharapkan menjadi penguatan sumber-sumber penerimaan,” ujar Juda.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menjaga defisit APBN 2027 pada level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut juga tercantum dalam APBN 2027 yang telah disahkan.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 2 Oktober 2026
33o
Kurs