Rabu, 21 Januari 2026

Wamenkomdigi Dorong Penggunaan AI SLM di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ilustrasi AI Ilustrasi - Pemakaian teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Foto: Freepik

Nezar Patria Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), mendorong penggunaan platform kecerdasan buatan Small Language Model (SLM), dalam penyelesaian masalah-masalah di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, pengembangan AI yang relevan dengan kebutuhan nasional sangat penting.

“SLM ini penting untuk mengembangkan AI di sektor-sektor khusus. Kami mendorong itu dalam rangka inovasi mengembangkan solusi-solusi di sektor-sektor khusus, misalnya di kesehatan, pendidikan,” kata Nezar seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Small Language Model (SLM) adalah model kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memroses bahasa. SLM mampu menjalankan tugas-tugas pemrosesan bahasa alami, seperti menjawab pertanyaan, menganalisis teks, menyusun rencana, hingga menyelesaikan soal matematika.

Kelebihan SLM adalah biaya infrastruktur cloud yang lebih rendah, memroses dan merespons lebih cepat, cocok digunakan untuk aplikasi real time dan dapat dijalankan melalui sistem internal perusahaan tanpa koneksi internet.

Saat ini, Komdigi bekerja sama membangun AI talent Factory bersama berbagai universitas sebagai pusat riset.

“Sudah berjalan di Universitas Brawijaya, tahun ini kita akan expand ke ITS, lalu ke UGM, dan mungkin juga selanjutnya sejumlah kampus lain yang sudah berkomunikasi dengan Komdigi untuk mengembangkan satu project ini,” ungkapnya.

Selain SLM, Nezar juga mendukung pengembangan platform kecerdasan buatan Large Language Model (LLM). Kedua model kecerdasan buatan itu memiliki fungsi yang berbeda, di mana SLM lebih fokus pada sektor tertentu.

Sedangkan LLM dimanfaatkan untuk persoalan yang lebih luas. LLM dapat menciptakan karya audio-visual, sampai menyelesaikan berbagai macam permasalahan.

“SLM berbeda dengan LLM, karena SLM dilatih dengan data-data spesifik dan lebih akurat dalam menjawab pertanyaan di bidang tersebut,” tuturnya.

Penggunaan AI di Bidang Pendidikan dan Kesehatan

Universitas Islam Negeri(UIN) Alauddin Makassar memberikan pembekalan penggunaan AI kepada ribuan guru Guru bimbingan konseling (BK), kepala sekolah dan operator sekolah dari berbagai daerah di Indonesia, 15 Januari 2026.

Prof. Abdul Aziz Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 mengatakan, teknologi menjadi bagian penting pengambilan keputusan pendidikan yang lebih akurat. Menurutnya, penggunaan AI mampu membantu siswa memilih program studi yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Dengan dukungan teknologi AI, pemetaan minat dan potensi siswa dapat dilakukan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga meminimalkan kesalahan dalam pemilihan jurusan. AI membantu melakukan skrining awal terhadap kecenderungan akademik dan psikologis siswa, namun sentuhan manusiawi dan pengambilan keputusan akhir tetap berada di tangan guru BK,” ujarnya.

Sementara di bidang kesehatan, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan menggencarkan pemanfaatan artificial intelligence dalam skrining kesehatan di Indonesia.

AI berperan layaknya dokter yang membantu deteksi dini penyakit. Katanya, AI mampu mempelajari data 5-10 juta pasien. Hasil X-ray yang dianalisis AI juga diklaim mampu mendeteksi potensi penyakit dan membantu tenaga medis memberikan diagnosis awal.(ant/lea/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
27o
Kurs