Kamis, 9 April 2026

World Bank Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 4,7 Persen, Purbaya: Belum Tahu Jurus-Jurus Saya

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026). Foto: Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dari World Bank yang hanya diangka 4,7 persen. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menyebut Bank Dunia tidak mengetahui jurus-jurusnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Mungkin aja World Bank yang betul nanti, tapi saya tidak tahu. Yang jelas kalau di BPS sih sepertinya angkanya membaik. Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus rahasia saya,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).

Purbaya memperkirakan, proyeksi itu dihitung dengan mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

“Saya yakin bank hitung-hitung karena dampak harga minyak tinggi kan. Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan akan merubah prediksinya. Tapi dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka, ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal,” ujarnya.

Purbaya tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 1 akan membaik, di kisaran 5,5 persen.

“Kan term pertama aja mungkin 5.5, 5.6 atau lebih. Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali setelah itu kan,” tegasnya.

Katanya, prinsip pemerintah akan fokus menjalankan program-programnya, khususnya menyiapkan sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendorong iklim investasi yang baik.

Mesin-mesin yang akan memacu pertumbuhan ekonomi juga akan dioptimalkan.

“Nah, yang penting begini untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang baik. Saya pikir dengan usaha seperti Nanti juga pertumbuhan ekonomi akan berbalik. Tapi saya saya sih akan optimalkan semua mesin ekonomi yang ada di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuuhan ekonomi Indonesia pada 2026, awalnya 4,8 persen menjadi 4,7 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi didorong tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).(lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 9 April 2026
31o
Kurs