Selasa, 25 Januari 2022

Rekomendasikan MoLearn, Percepat Evaluasi Pembelajaran Siswa SMA

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Paparan tim peneliti Universitas Dinamika terkait hasil penelitian pemanfaatan teknologi bagi sistem pembelajaran siswa SMA sederajat. Foto: Humas Undika

Tim peneliti Universitas Dinamika (Undika) Surabaya merekomendasikan pemanfaatan aplikasi MoLearn bagi proses belajar para pelajar di tingkat SMA. Aplikasi MoLearn adalah aplikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa berbasis higher order thinking skills (HOTS).

“Penelitian yang didanai oleh LPDP selama dua tahun ini untuk siswa SMA sederajat yang sekaligus juga mendorong para guru mengajar dengan membuat bahan ajar di aplikasi MoLearn, ” terang Dr. Bambang Hariadi, M.Pd., Ketua Tim Peneliti Universitas Dinamika, Selasa (2/11/2021).

Bambang memaparkan bahwa dari penelitian dan pengembangan media belajar tersebut menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi MoLearn dalam meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata nilai n-gain sedang. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media belajar yang dikembangkan kampus yang dulu bernama STIKOM Surabaya ini mampu meningkatkan hasil belajar HOTS siswa secara memadai dan lebih baik.

Berdasarkan dari hasil tersebut akhirnya tim peneliti mengajukan kebijakan pada Dinas Pendidikan Jawa Timur merekomendasikan sekolah-sekolah menggunakan aplikasi MoLearn dalam pembelajaran.

“Jadi kami sudah bekerjasama dengan Dispendik Jatim untuk memanfaatkan inovasi yang dibuat tim peneliti Undika ini, ” tambah Bambang.

Terkait aplikasi MoLearn, Bambang menyebut bahwa dengan memanfaatkan aplikasi MoLearn siswa dapat dengan cepat mengevaluasi hasil belajarnya secara pribadi.

“Jika yang konvensional ketika ujian guru harus mengoreksi secara manual dan butuh waktu berminggu-minggu, dengan MoLearn siswa bisa langsung melihat hasil ujiannya setelah selesai ujian,” kata Bambang.

Menurut Bambang, hal tersebut akan memberikan motivasi pada siswa untuk segera mengevaluasi dan kembali mempelajari kekurangannya pada materi yang salah. Sehingga untuk ujian selanjutnya bisa memperoleh nilai yang lebih baik.

Sementara itu, satu di antara anggota tim peneliti, Tri Sagirani, S.Kom., M.MT. menyampaikan bahwa terdapat kelebihan lain untuk memudahkan guru dalam mengevaluasi belajar para siswa.

“Jika biasanya guru khawatir siswa mencontek, dengan memanfaatkan aplikasi MoLearn dapat memberikan jawaban acak pada setiap siswa. Jadi pilihan jawaban antar siswa akan tersedia secara acak. Dan ini kemungkinan untuk saling memberi jawaban akan sulit, ” ujar Tri.

Selain itu, lanjut Tri aplikasi ini sudah menyediakan forum chat atau video, sehingga jika guru ingin memberikan evaluasi dalam bentuk chat atau video tidak perlu pindah media seperti WA, Line dan lainnya.

Selain menghasilkan beberapa karya ilmiah yang berhasil masuk pada jurnal internasional, tim peneliti juga berhasil mendampingi guru membuat buku ajar berbasis IT.

Buku-buku ini sudah ber-ISBN sehingga bisa digunakan untuk SMA di seluruh Indonesia. Buku-buku tersebut yakni Biologi kelas X sampai XII, Kimia, Sosiologi yang dengan model Blended Web Mobile Learning (BWML). Dengan adanya buku ajar berbasis IT tersebut guru dan siswa akan terbiasa memanfaatkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.(tok/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Selasa, 25 Januari 2022
32o
Kurs