Jumat, 2 Desember 2022

Pakar: Jaringan 5G Untungkan Smart City

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi 5G. Foto: shutterstock

Jaringan 5G telah resmi diluncurkan di Indonesia pada 27 Mei 2021 lalu. Meski sudah diluncurkan tahun lalu, namun belum semua wilayah di Indonesia bisa merasakan jaringan 5G. Sampai saat ini, 4G masih jadi jaringan tertinggi.

Menurut Dr Jusak Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Dinamika Surabaya, perbedaan antara 3G, 4G dan 5G ada di sisi kecepatan pengiriman data. 5G, sebagai generasi jaringan seluler yang lebih tinggi daripada 4G dan generasi-generasi sebelumnya memungkinkan untuk melakukan banyak hal karena bandwithnya lebih besar.

“Dengan fasilitas 5G dengan kecepatan tinggi akan memungkinkan banyak hal yang bisa kita lakukan. Ada faktor lain dalam istilah telekomunikasi yang dikenal dengan lebar pita atau bandwith yang bisa memuat banyak hal. Tidak hanya audio dan video tapi kelak ada Internet of Things. Smart city akan menggunakan Internet of Things,” ujar Jusak saat dihubungi Suara Surabaya, Sabtu (22/1/2022).

Dengan menggunakan jaringan 5G, menurut Jusak akan jadi keuntungan dalam mengembangkan smart city.

“Kita bisa mengontrol kualitas udara di suatu kota. (5G) akan memberikan warning bila terlalu tinggi gas CO-nya, apa penyebabnya jadi kita bisa mengatur. Bisa mengatur lalu lintas juga. Semua masuk di satu jaringan berbasis 5G. Dan itu jadi keuntungan 5G untuk smart city,” jelasnya.

Jusak menilai membangun jaringan 5G di suatu wilayah lebih mudah dilakukan ketimbang meng-upgradenya. Ini karena saat membangun jaringan yang lebih tinggi, jaringan yang lebih rendah di bawahnya tidak bisa lagi digunakan. Sehingga perlu dilakukan penggantian perangkat pemancar dan penerima karena perbedaan frekuensi operasi.

“Misal di IKN (Ibu Kota Negara) belum ada atau baru ada 3G mending langsung pasang seperti baru. Tidak seribet mengganti yang sudah eksis. Dari sisi pembangunan, kalau ini dilakukan dari awal kemungkinan akan lebih mudah nantinya,” kata Jusak.

Dengan kemampuan tiga provider di Indonesia yang sudah bisa mendukung 5G, tidak butuh waktu lama untuk membangun jaringan 5G di IKN. Jusak memprediksi butuh waktu satu tahun untuk mengaplikasikan ini di sana. Namun untuk membangun 5G di Indonesia, butuh waktu yang lebih lama karena wilayah Indonesia yang luas.

Lalu dari sisi implementasi teknologi, Jusak mengatakan semakin tinggi kecepatan jaringannya akan semakin baik karena dapat membantu kehidupan manusia jadi lebih baik lagi. Namun, setiap hal baik akan ada sisi negatifnya. Sisi negatifnya yaitu pemerintah harus lebih memperkuat keamanan datanya, karena jaringan baru biasanya mengundang hacker.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 2 Desember 2022
32o
Kurs