Kamis, 1 Januari 2026

25 Desa Kekeringan, BPBD Lumajang Kewalahan Distribusikan Bantuan Air

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Krisis air bersih dampak kekeringan di Kabupaten Lumajang, saat ini telah mencapai 25 desa di 6 kecamatan. Warga masyarakat yang terdampak kekeringan hingga kesulitan mendapatkan air bersih, semakin banyak.

Sesuai laporan pemantauan BPBD Kabupaten Lumajang hingga hari ini, Sabtu (20/9/2014), bencana kekeringan menyebabkan 10.964 KK (Kepala Keluarga) dengan total penduduk berjumlah 36.181 jiwa yang mengalami krisis air bersih. Kian parahnya kekeringan, semakin banyak sumur warga yang mengering.

Paryono, SH Kasubid Logistik BPBD Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM mengatakan, untuk mengatasi kekeringan ini, BPBD Kabupaten Lumajang sesuai kemampuan armada truk tangki pendistribusi air bersih sebanyak 3 unit. Dalam sehari hanya mampu mengirimkan 15 tangki air bersih saja.

Masing-masing truk tangki air bersih ini berkapasitas 5 ribu liter yang didistribusikan secara bergantian ke berbagai Desa terdampak kekeringan. Karena banyaknya dusun dan desa yang harus dilayani, BPBD pun cukup kewalahan.

“Kemampuan armada kami memang terbatas. Untuk itu, ada yang satu dusun baru mendapat giliran air bersih 2 hari sampai 4 hari sekali. Dan, pendistribusian air bersih ini tidak sampai tertampung di tendon, karena selalu habis dimanfaatkan penduduk setiap pengiriman,” katanya.

Ketika distribusi air bersih belum tiba di lokasi, karena menunggu giliran, terpaksa warga untuk kebutuhan sehari-hari harus mengambil dari sumber mata air yang jaraknya jauh hingga 7 kilometer. “Kebutuhan itu khusus untuk minum dan memasak,” ujar Paryono.

Ke depan, lanjut Kasubid Logistik BPBD Kabupaten Lumajang ini, pihaknya merencanakan untuk melakukan terobosan pemenuhan kebutuhan air bersih dengan jalan sistem gravitasi danpipanisasi, dongki dan juga pengeboran. Sebelumnya, pemenuhan air bersih dengan cara ini, telah mengurangi jumlah wilayah kekeringan di 3 Desa. Masing-masing Desa Mojo dan Desa/Kecamatan Padang serta Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung.

Dari pemetaan dan survey yang dilakukan, masih ada sejumlah Desa potensial yang bisa dialirkan kebutuhan air bersih dari sumber mata air yang ada. Diantaranya di Desa Jenggrong yang sejauh ini dalam tahap pipanisasi oleh Desa dengan anggaran PNPM Mandiri. Desa lainnya adalah Clarak, Kecamatan Kedungjajang dan Desa Buwek, Kecamatan Randuagung.

“Kami masih mengupayakan anggaran untuk proyek air bersih di Desa-Desa ini. Semoga saja, anggarannya bisa dialokasikan dan segera dikerjakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga sekitar. Di Desa Buwek dilakukan pipanisasi air sistem gravitasi, di Desa Clarak dengan dongki,” demikian pungkas Paryono. (her/ipg)

Teks Foto :
– Pendistribusian air bersih armada truk tangki BPBD Kabupaten Lumajang ke wilayah kekeringan.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
26o
Kurs