Selama ramadhan mendatang, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang akan disibukkan dengan kegiatan pendistribusian air bersih ke berbagai Desa yang masuk kategori rawan kekeringan.
Hal ini dilakukan agar masyarakat di desa krisis air tersebut tidak terganggu kegiatan ibadahnya dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih. Baik untuk kebutuhan minum, memasak, mandi dan lainnya.
Hendro Wahyono Kepala Bidang Pencegahan, Kesiap-siagaan dan Logistik BPBD mengatakan, sejauh ini terdata 25 Desa di 6 Kecamatan seluruh Kabupaten Lumajang yang dipetakan masuk kategori wilayah kekeringan yang rawan krisis air bersih.
Diantaranya di wilayah Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Randuagung, Padang dan Gucialit.
“Di Desa-Desa inilah yang nantinya akan menjadi fokus pendistribusian air bersih. Kalau saat ini terdaa 25 Desa, tahun 2013 lalu sebanyak 27 Desa yang rawan krisis air bersih. Namun dua Desa sudah bisa teratasi dengan pembangunan sumur bor dan dongki,” katanya, Senin (23/6/2014).
Untuk kesiapannya BPBD Kabupaten Lumajang menyediakan 3 armada truk tangki air. “Yang jelas selama ramadhan, perosnil pendistribsian air bersih akan siapa 24 jam penuh. Mereka harus siap sewaktu-waktu menyuplai air bersih ke Desa-Desa krisis air bersih jika dibutuhkan,” urainya. (her/ain)
Teks Foto :
– Hendro Wahyono, SH Kepala Bidang PKL (Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik) BPBD Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM.
NOW ON AIR SSFM 100
