Pelaksanaan tahap pungut dan hitung suara Peilihan Presiden (Pilpres) yang digelar hari ini, Rabu (9/7/2014), berpengaruh terhadap suasanya di pasar dan jalan raya di Lumajang.
Di Pasar Randuang, Kecamatan Randuagung, aktivitas titik keramaian di Pasar, tidak seramai biasanya. Bahkan sejak pukul 06.00, Pasar yang biasanya ramai dengan aktivitas jual-beli, terlihat sangat sepi. Kondisi yang sama juga terpantau di Pasar Baru Lumajang dan Pasar Kunir, Kecamatan Kunir.
“Memang sejak pagi pasar sepi, karena masyarakat bersiap datang ke TPS. Namun, kesibukannya memang dialihkan sejak pukul 24.00 sampai setelah Subuh tadi. Terutama untuk melayani penjual keliling yang biasa disebut pedagang melijo,” kata Lilik Suparmi (54), warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir.
Untuk pedagang sendiri, mereka juga memilih meliburkan aktivitasnya dengan alasan yang sama. Ko Wie (53), pemilik toko grosir di depan pasar Baru Lumajang mengatakan, ia sengaja menutup tokonya hari ini, untuk kepentingan Pilpres. “Selain itu, saya juga harus memberikan kesempatan kepada pegawai saya untuk mencoblos di TPS,” katanya.
Dari pantauan lainnya, sejak pukul 07.00, TPS di Kabupaten Lumajang secara bergelombang juga mulai didatangi pemilih. Bahkan, antusiasme pemilih terlihat cukup tinggi. Sebagai bukti, di TPS 01 Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang yang lokasinya hanya beberapa meter dari Pendopo Kabupaten, terus dipadati pemilih.
Di TPS ini, DR H Sjahrazad Masdar, MA Bupati Lumajang bersama Ny. Supadmi Masdar datang menyalurkan aspirasinya, sekitar pukul 08.00. “Pak Bupati dan istri sudah mencoblos di sini,” kata Wahyudi Harjo, petugas KPPS di TPS 01 Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang..
Sampai pukul 10.00, masih katanya, tercatat sudah lebih dari 200 pemilih yang menyalurkan aspirasinya di TPS 01 Kelurahan Ditotrunan. Dari jumlah pemilih yang tercatat sesuai DPT, mencapai 400 lebih pemilih. “Ini berarti, antusiasme warga untuk memilih sangat tinggi di sini,” demikian pungkas Wahyudi Harjo. (her/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
