Kamis, 1 Januari 2026

MPU Kesulitan BBM, Pelajar di Lumajang Terlambat ke Sekolah

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Cukup banyak pelajar di Kabupaten Lumajang yang terpaksa terlambat tiba di sekolah karena kesulitan mendapatkan MPU di pagi hari, karena armada angkutan umum itu terpaksa antre membeli solar di SPBU.

Kondisi itu terjadi beberapa hari terakhir dan dialami pelajar yang berdomisili di wilayah Kecamatan yang harus sekolah di kawasan Kota Lumajang. Sampai hari ini, Senin (1/9/2014), keterlambatan pelajar ini maish terjadi kendati sudah tidak sedemikian banyak seperti hari-hari sebelumnya.

Atas kondisi ini, tidak sedikit siswa yang mengeluhkan keterlambatan yang dialaminya. “Baru hari ini saya tidak smapai terlambat ke sekolah. Hari Jumat dan Sabtu kemarin, saya terlambat tiba di sekolah sampai lebih dari setengah jam. Sebab, MPU jarang yang lewat ,” papar Dyah, siswa salah-satu SMKN 1 Lumajang asal Kecamatan Tekung kepada Sentral FM.

Tidak hanya siswa yang terlambat gara-gara MPU kesulitan membeli solar di SPBU saja, yang menjadi dampak krisis BBM ini. Namun, ada MPU yang menaikkan tarif dengan alasan solar sulit dibeli dan harga di eceran dinaikkan pedagangnya. Meski kenaikannya tidak terlalu drastis hanya Rp. 500 saja setiap penumpangnya.

Terkait kondisi itu, Totok Sujarwo Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang mengatakan, bahwa MPU selama beberapa hari terakhir memang sulit membeli BBM di SPBU yang antriannya panjang dan stok juga minim.

“Sehingga, awak MPU pun mengantisipasi dengan antri pagi-pagi. Kalaupun antrian itu selama berjam-jam sebelum mendapatkan BBM, dampaknya memang operasional mereka terjadi molor. Alhasil, penumpang memang kesulitan angkutan dan ada pelajar yang terlambat ke sekolah. Tapi, pagi tadi sesuai pemantuaan kami semuanya normal kembali. Termasuk armada bus di Terminal Minak Koncar Wonorejo yang juga normal karena menjadi terminal transit saja,” katanya.

Untuk kenaikan tarif angkutan memanfaatkan kondisi krisis BBM ini, Totok Sujarwo menepisnya. “Saya kok belum memantau hal itu ya. Dari pengamatan kami dilapangan, tidak ada angkutan yang menaikkan tarif kok. Kalau ada, silakan laporkan kepada kami. Kenaikan tariff juga tidak kami temukan di armada bus yang melintas di jalur Lumajang,” papar Totok Sujarwo. (her/ipg)

Teks Foto :
– Totok Sujarwo Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
33o
Kurs