Jumat, 2 Januari 2026

Masih Hujan, Lahar Dingin Semeru dan Longsor Masih Mengancam

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Di tengah musim kemarau saat ini, hujan deras ternyata masih mengguyur di wilayah Kabupaten Lumajang. Terutama di puncak Gunung Semeru yang berdampak terjangan lahar dingin yang membawa material vulkanik berupa pasir dan bebatuan dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Aliran lahar dingin ini seperti yang menerjang di Daerah Aliran Sungai (DAS) di bawah kaki Gunung Semeru, tepatnya di Kali Rejali yang membelah wilayah Kecamatan Pasirian. Di sana, aliran deras lahar dingin yang membawa material pasir dan bebatuan menerjang sepanjang sungai yang saat itu tengah sibuk dengan aktivitas penambangan pasir.

Akibatnya ketika aliran lahar dingin menerjang, sebuah truk pasir pun terjebak dan hampir hanyut tergerus aliran lahar dingin. Truk dengan kabin dan bak berwarna merah tersebut, sampai terguling di aliran sungai setelah diterjang derasnya aliran lahar dingin.

“Beruntung, truk itu hanya terguling. Dan, pengemudi serta awaknya bisa menyelamatkan diri. Bahkan, penambang pasir lainnya bisa menyelamatkan diri setelah terdengar suara aliran lahar dingin yang terdengar keras dari atas aliran sungai,” kata AKP Sugianto Kasubag Humas Polres Lumajang ketika dikonfirmasi Sentral FM di kantornya, Sabtu (19/7/2014).

Terkait masih derasnya hujan mengguyur di tengah musim kemarau ini, Perwira Pertama Pama) Polres Lumajang ini menyampaikan, bahwa masyarakat di lereng Gunung Semeru dan para penambang pasir di DAS Semeru diharapkan meningkatkan kewaspadaannya. Dimana, mereka dimungkinkan bekerja ketika situasi membahayakan ketika hujan deras menguyur.

“Ketika hujan keras, sebaiknya berhenti bekerja dulu menambang pasir. Terutama, ketika puncak Semeru gelap dan hujan. Ini berpotensi terjadinya luncuran lahar dingin yang membahayakan penambang pasir di bawah DAS Semeru. Jika terjadi seperti ini, kami berharap masyarakat menghentikan sementara pekerjaannya demi keselamatan mereka. Karena, hujan yang masih menguyur berarti potensi lahar dingin masih mengancam,” tuturnya.

Sementara itu, guyuran hujan di wilayah Kabupaten Lumajang juga menyebabkan 5 titik di jalur selatan Lumajang yang menghubungkan menuju wilayah Kbaupaten Malang melalui akses Piket Nol kembali longsor. Titik longsor ini terjadi di Kilometer 56 arah Turen, Kabupaten Malang.

Akibat longsor ini, arus lalu-lintas di jalur selatan jadi tersendat, karena material longsoran yang berupa lumpur dan pepohonan menimbun sebagian bahu jalan sekitar 3 meter. BPBD, TNI dan para relawan langsung melakukan pembersihan.

Rochani, Ssos Kepala BPBD Kabupaten Lumajang berharap, pengguna jalan yang melintas di jalur selatan melalui akses Piket Nol menuju wilayah Kabupaten Malang untuk terus meningkatan kewaspadaannya.

“Sebab, jalur tersebut rawan dengan longsor terutama saat musim hujan, keran tanah tebing sangat labil. Kami mengimbau pengendara untuk terus meningkatkan kehati-hatiannya, terutama saat turun hujan. Bahkan,s ebaiknya melalui jalur utara melali Probolinggo jika hujan turun deras agar terjamin keselamatannya,” demikian pungkas Rochani.

Di bagian lain, dari pantauan Sentral FM, bencana juga terjadi di wilayah Kecamatan Gucialit. Tepatnya di Desa Kenongo, yakni pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Dua hari lalu juga terjadi tanah longsor yang mengakibatkan runtuhnya sebuah jembatan di Kecamatan Pasrujambe. (her/ipg)

Teks Foto :
– Rochani, Ssos Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
27o
Kurs