Sabtu, 30 Mei 2020

Perbaikan Jalan Jalur Selatan Lumajang Hanya 7,9 Kilometer

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Perbaikan jalan di akses jalur selatan Kabupaten Lumajang, yang kondisinya bergelombang dan banyak lubang ini, hanya akan dikerjakan sepanjang 7,9 Kilometer. Hal itu disampaikan Drs Slamet Supriyono Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lumajang ketika dikonfirmasi Sentral FM, Senin (24/2/2014).

Dikatakannya, perbaikan jalan yang telah disepakati adalah antara ruas jalan Tempeh menuju Lumajang. “Pekerjaannya akan dilaksanakan mulai Maret dan diperkirakan selesai September mendatang,” kata Slamet Supriyono. Sedangkan, untuk usulan tambahan perbaikan jalan sepanjang 8,7 kilometer dari Tempeh menuju Pasirian, sejauh ini masih belum mendapatkan jawaban dari Kementerian PU RI.

“Usulan tambahan itu termasuk perbaikan dua jembatan, yakni jembatan Labruk dan Kalimujur yang kondisinya rusak,” terangnya. Usulan itu, masih katanya, telah berada di meja Kementerian PU di Jakarta dan masih dicarikan solusi anggaran untuk perbaikannya.

Setelah perbaikan jalan dinyatakan final tahap pertama ini sepanjang 7,9 Kilometer, Pemkab Lumajang pun kembali melakukan koordinasi dengan mengundang berbagai pihak. Diantaranya Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah V Kementerian PU RI di Surabaya, Dinas PU Kabupaten Lumajang, Dinas Perhubungan dan instansi terkait.

“Inti koordinasi itu, kami menegaskan bahwa perbaikan jalan itu tidak boleh ditunda lagi. Karena persoalan sudah krusial, dengan dua kali penundaan. Dalam pertemuan itu, kami minta usulan tambahan itu menjadi prioritas Kementerian PU RI. Hal itu kita sampaikan kepada Kepala Balai untuk diteruskan kepada Pusat,” urai Slamet Supriyono.

Sementara kegiatan perbaikan jalan akan dimulai, Asisten Ekbang Pemkab Lumajang mengungkapkan, bahwa pembatasan tonase muatan sesuai kelas jalan tetap akan diperketat.

“Jalur itu kan jalan nasional. Jadi tidak ada pembatasan jenis kendaraan, namun pembatasan pada tonase muatannya. Untuk itu, kita ketemukan aturan dengan costnya di masyarakat, sepanjang perbaikan dilakukan maka ditutup sementara. Itu hasil dari pertemuan kami dengan para tokoh masyarakat yang juga hadir,” jlentrehnya.

Terkait keberadaan stock field pasir yang sudah menjamur di luar jalur selatan, hingga menjadi pangkalan bongkar muat pasir baru yang dikhawatirkan akan membawa dampak kerusakan jalan berpindah ke titik lainnya, Slamet Supriyono menyampaikan, akan tetap dilakukan penertiban.

“Ini pekerjaan kedua nanti. Kalau jalan sudah diperbaiki, maka keberadaan stock field akan pindah kembali ke lokasi semula. Namun, kita tetap akan melakukan penertiban. Penertiban itu akan dilakukan tersinergi dengan instansi terkait dan sesuai dengan aturan. Kita akan lihat perizinannya dan peta RTRW-nya,” demikian pungkas Slamet Supriyono. (her/ipg)

Teks Foto :
– Jalan yang rusak di Kabupaten Lumajang.
Foto : Dok. Sentral FM

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Sabtu, 30 Mei 2020
31o
Kurs