Jumat, 2 Januari 2026

Produk Industri Manufaktur Lokal Didorong Kantongi Sertifikasi SNI

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Industri lokal di Kabupaten Lumajang, terutama untuk bahan material bangunan yang bisa dipergunakan dalam proyek infrastruktur daerah sangat potensial. Dimana, ada puluhan industri pembuatan material, seperti batu-bata, batako, paving maupun genteng yang saat ini kualitasnya cukup baik.

Hanya saja, persyaratan bahwa industri ini harus mengantongi sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia, red) yang menjadi salah-satu kendala bagi pemanfaatannya. Hal ini disampaikan Drs Agus Eko Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Senin (14/7/2014).

Dikatakannya, dari sekian produk yang dihasilkan industri lokal, tercatat baru produk batako dan paving di Lumajang yang telah mengantongi sertifikasi SNI. Selain itu, menurut Agus Eko, pihaknya berusaha mendorong agar para pelaku industri kecil ini bisa mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Kami telah melakukan upaya untuk membantu para pelaku industri lokal untuk melakukan uji kelayakan produknya ke Balai Uji di Surabaya. Saat ini, ada 5 industri batu-bata dan genteng yang kita Bantu untuk melakukan uji sebagai persyaratan sertifikasi SNI tersebut. Dan semua pembiayaannya, Pemkab Lumajang melalui Disperindag yang menanggung,” katanya.

Hanya saja, hasil uji yang difasilitasi Disperindag Kabupaten Lumajang ini masih dalam proses. “Sampai saat ini, hasilnya belum kita peroleh karena dalam proses pengujian. Insyaallah, akhir November mendatang hasil uji itu akan keluar dan industri yang kita ajukan bisa memperoleh sertifikasi SNI,” paparnya.

Fasilitasi pengujian ini, masih kata Kepala Disperindag Kabupaten Lumajang, bukan kali pertama dilakukan. Pasalnya, tahun 2013 sebelumnya juga pernah diajukan produk industri batu-bata untuk dilakukan pengujian, namun hasilnya kurang memenuhi syarat.

Hanya kurang satu item saja, yakni tingkat siku produk batu-bata yang dihasilkan. Pengujian ini dilakukan terhadap hasil produk batu-bata dari industri di Desa Kebonarang,” jlentrehnya.

Tahun 2014, hanya 5 produk batu-bata dan genteng yang diajukan ke pengujian untuk meperoleh sertifikasi SNI. Diharapkan, kelima produk industri lokal ini bisa lolos dan mengantongi sertifikasi SNI guna melancarkan pemasarannya.

Pasalnya ketika produk-produk ini telah mengantongi sertifikasi SNI, maka diharapkan bisa memacu pelaku industri lainnya di berbagai Kecamatan untuk mengajukan pengujian yang sama guna mendapatkan sertifikasi serupa.

“Kelima produk industri batu-bata dan genteng yang kita fasilitasi untuk pengujian SNI ini, paling tidak sebagai trigger untuk memacu pelaku industri lainnya melakukan langkah serupa. Pasalnya, pengujian seperti ini sebenarnya tidak mahal, namun memakan waktu yang tidak sebentar. Paling tidak biayanya Rp. 200 ribu. Hanya saja, pengiriman dan menunggu itu yang membutuhkan biaya tambahan dan waktu yang tidak sebentar,” jlentrehnya.

Apalagi, di Lumajang industri pembuatan batu-bata, genteng, batako dan paving jumlahnya mencapai puluhan. Dan, pelaku indfustri ini juga tersebar di berbagai wilayah Kecamatan, diantaranya Kunir, Yosowilangun, Tekung, Tempeh, Padang, Kedungjajang, Randuagung dan lainnya.

Agus Eko berharap banyak, ketika nantinya industri batu-bata, genteng, batako dan paving sudah banyak yang mengantongi sertifikasi SNI, maka hasil produknya bisa dimanfaatkan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur daerah.

Hal ini mengacu, Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang penggunaan produk dalam negeri, maka potensi industri manufaktur lokal bisa diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Karena, dalam pelaksanaan proyek ini tentu dibutuhkan batu-bata, genteng, batako dan paving.

“Jika pelaku industri ini telah mengantongi sertifikasi SNI, maka potensi ini bisa dimanfaatkan secara optimal. Dan jika itu dilakukan maka pertumbuhan perekonomian dengan pemanfaatan sumberdaya lokal akan semakin meningkat,” demikian pungkas Agus Eko. (her/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
31o
Kurs