Minggu, 29 November 2020

Produk Unggulan Lumajang Didorong Masuk Retail Modern

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Ada berbagai macam produk unggulan yang dihasilkan dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang sejauh ini telah menjadi binaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lumajang. Namun, tidak banyak yang telah mendapatkan tempat di retail modern.

“Padahal, retail modern di Kabupaten Lumajang ini banyak. Sebut saja Indomaret, sebagai swalayan yang berjaringan hingga di wilayah Kecamatan dan Desa,” kata Drs H As’at Malik, Mag Wakil Bupati saat memimpin acara sertijab Sekda Lumajang dan sejumlah pejabat eselon II dan III, termasuk Kepala Disperindag Drs Agus Eko W di Ruang Nararrya Kirana lantai III Kantor Pemkab Lumajang, Selasa (5/2/2014).

Untuk itu, Wabup meminta agar persoalan itu menjadi perhatian khusus. Terobosan untuk memasarkan produk UMKM di retail modern seperti Indomaret, dinilainya, bisa dilakukan.

“Sebab, Indomaret itu ijinnya kan kita (Pemkab Lumajang, red) yang mengeluarkan. Masak mereka akan keberatan. Meski tentunya ada persyaratan, seperti kualitas, merek, kemasan dan sertifikasi halal yang harus dipenuhi,” paparnya.

Produk unggulan yang saat ini bisa ditawarkan, lanjut Wabup Lumajang, sangat beragam. Dia mencontohkan, kripik pisang, produk buah segar seperti pisang kirana, salak dan lainnya.

“Di swalayan seperti itu kan ada tempat tersendiri. Ya kalau bisa nanti diminta untuk ditempatkan tersendiri dan mereka (pengelola swalayan, red) bisa ditekan sedikit agar bersedia. Sebab kalau saya keluar kota, saya kaget kok ada tape Bondowoso di swalayan. Ini yang harus dicontoh. Nanti jangan tape Bondowoso di jual di Lumajang. Tapi, Tape Ketan Kedawung di Kecamatan Padang, misalnya,” urainya.

Selain dipasarkan melalui swalayan, untuk memperkenalkan produk unggulan lokal Lumajang juga bisa dipasarkan melalui gerai-gerai yang sengaja dibangun di tempat-tempat yang strategis. Diantaranya di jalan-jalan yang termasuk wilayah potensial.

“Di jalan tertentu, bisa dibangun tempat-tempat yang menarik untuk memasarkan produk unggulan ini. Bisa produk olahan, hortikultura maupun lainnya. Ini bisa dicontoh di Probolinggo. Ada warga yang menyediakan lahan di depan rumahnya untuk sentra penjualan produk unggulan,” jlentreh As’at Malik Wabup.

Guna mendorong pasar yang baik bagi produk unggulan ini, ditegaskan Wabup, Pemkab Lumajang melalui Disperindang akan mendorong melalui berbagai program. Baik pelatihan, pembinaan rutin maupun peningkatan mutu dan kualitas. Termasuk, rencana untuk mendorong produk unggulan ini di branding (merek, red) serta dikemas melalui packaging yang menarik.

“Terpenting lagi, harus didorong dengan adanya sertifikasi halal melalui MUI (Majelis Ulama Indonesia). Memang untuk sertifikasi halal ini kan mahal karena bisa sampai Rp. 8 juta. Namun, Pemkab Lumajang bisa membantu jika memang itu dibutuhkan dan saya kan di MUI,” pungkas As’at Malik Wabup. (her/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
27o
Kurs