Ribuan ternak sapi dan kambing di Kabupaten Lumajang saat ini terjangkit serangan penyakit cacing. Penyakit ini berdampak terhadap kesehatan hewan dengan menurunnya bobot ternak yang diserang. Pemkab Lumajang melalui Dinas Peternakan (Disnak) saat ini gencar melakukan pengobatan serentak di 21 wilayah Kecamatan dengan membagikan obat cacing kepada pemilik ternak.
drh Gatot Subiyantoro Kepala Disnak Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Jumat (28/3/2014), mengatakan serangan cacing pada ternak yang lokasinya dialiri sungai. Penyakit cacing ini merupakan bawaan dari sejenis siput yang berkembang biak di sungai. Dan, siput ini pula yang membawa larva cacing saat peternak mencari pakan di sepanjang aliran sungai.
“Termasuk, peternak yang biasa mencuci rumput pakan di sungai tersebut. Sehingga, bibit cacing ini terbawa oleh pakan hingga ternak sapid an kambing pun terjangkit penyakit cacing ini. Untuk daerah-daerah atau wilayah Kecamatan yang tidak teraliri sungai, seperti contohnya di wilayah utara, maka penyakit cacing tidak sampai menjangkit,” paparnya.
Untuk mengantisipasi serangan penyakit cacing pada ternak, ia menganjurkan agar peternak tidak langsung memberikan pakan dalam kondisi basah. Sebaiknya, pakan dijemur dulu hingga agak layu sehingga larva mati dan tak sampai di konsumsi oleh ternaknya.
Serangan penyakit cacing ini, diungkapkan lebih lanjut oleh Gatot Subiyantoro, tidak berdampak terhadap kematian ternak. Akan tetapi, sangat berpengaruh terhadap penurunan bobot ternak itu sendiri. Sehingga, pertumbuhan ternak terhambat dan tidak bisa optimal. (her/rst)
Teks Foto :
– drh Gatot Subiyantoro Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM.
NOW ON AIR SSFM 100
