Kamis, 28 Mei 2020

Sakit, Siswa di Lumajang Ikuti UN di Ruang Khusus

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA di Kabupaten Lumajang ada seorang siswa yang sakit namun tetap mengikuti UN di ruang khusus yang ditempatkan tenaga pengawas.

Drs Eddy Hozainy Kabag Humas Pemkab Lumajang ketika dikonfirmasi Sentral FM mengatakan, pelaksanaan UN untuk siswa sakit ini juga sempat dilihat langsung Masdar Bupati saat melakukan peninjauan bersama rombongan, pukul 07.30 WIB. “ Sebab meski sakit, siswa tadi tetap bersemangat untuk mengikuti UN,” kata Eddy Hozainy.

Selanjutnya, Masdar Bupati pun melanjutkan peninjauannya untuk melihat langsung kelancaran pelaksanaan UN secara keseluruhan. Hasilnya, tidak ada kendala apapun yang terjadi di sekolah yang ditinjau, baik bersifat teknis maupun non teknis.

“Sebelumnya, Bupati juga memastikan pelaksanaan UN telah berlangsung baik dan lancar di SMA Negeri Tempeh. Kegiatan UN berlangsung dengan suasana tenang dan pengawas melaksanakan tugasnya dengan baik,” papar Kabag Humas Pemkab Lumajang.

Tidak hanya Bupati Lumajang saja yang melakukan peninjauan, karena pada hari kedua pelaksanaan UN ini terdapat tiga rombongan yang melakukan sidak di tiga rute berbeda.

“Hasil dari peninjauan hari kedua UN ketiga rombongan ini juga sama, semuanya lancar dan tidak ada kendala. Sejauh ini juga tidak ada indikasi beredarnya bocoran jawaban UN maupun kebocoran naskah soal. Karena kami yakin, siswa tidak akan bisa dibodohi lagi dengan hal-hal semacam itu. Anak didik sudah yakin dengan kemampuan akademiknya sendiri-sendiri sehingga tidak menjadikan kecurangan itu membuat pelaksanaan UN menjadi tercoreng,” ujar dia.

Kabag Humas Pemkab Lumajang juga mengungkapkan, pengawasan UN di seluruh sekolah penyelenggara selain melibatkan tenaga pengawas internal, dari Satuan Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten, sekolah juga ada yang memasang perangkat kamera CCTV.

“Hanya saja, pengawasan dengan CCTV itu untuk membantu saja. Yang paling penting adalah, siswa jujur dengan kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan soal UN. Dengan begitu, hasilnya murni sesuai dengan kemampuannya. Pengawasan ini juga melengkapi tenaga pengawas yang telah diterjunkan pada pelaksanaan UN,” urainya.

Selain itu, di sekolah penyelenggara juga telah diterapkan regulasi dengan melarang siswa membawa alat komunikasi berupa HP. Hal ini dilarang dengan menempelkan larangan di pintu dan kaca ruang ujian.

“Bahkan, tas saja, siswa tidak boleh membawa. HP dan tas dikumpulkan di luar kelas dengan dijaga pengawas. Tentunya agar tidak hilang. Siswa hanya boleh membawa pensil dan penghapus saja,” pungkas dia. (her/dwi)

Teks Foto :
– Potret pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Lumajang.
Foto : Sentral FM.

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Bintang Rahmadani

Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Mobil Box Terguling di MERR

Surabaya
Kamis, 28 Mei 2020
28o
Kurs