Selasa, 23 April 2024

Setahun, Nelayan Lumajang Hasilkan 4 Ribu Ton Ikan Segar

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Produktivitas hasil tangkapan ikan nelayan Lumajang dalam setahun, mencapai 4 ribu ton. Jumlah tangkapan itu meliputi berbagai jenis komoditi ikan seperti layur, lemur, tongkol, sarden, pari atau ikan pe dan lainnya.

Ir Syaiful Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Jumat (5/9/2014), mengatakan bahwa hasil tangkapan sebanyak 4 ribu ton setahun itu dihasilkan oleh 500 perahu nelayan yang rutin melaut dari sejumlah titik sentra pemukiman nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lumajang.

“Diantaranya, di wilayah Pantai Bulurejo dan Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, Pantai Dampar, Desa Bades dan Pantai Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, serta Pantai Wotgalih, Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun. Diserntra pemukiman nelayan ini, totalnya sebanyak 500 perahu nelayan yang siap melaut sehari-harinya,” katanya.

Dari hasil tangkapan sebanyak 4 ribu ton itu, tidak dihasilkan para nelayan selama setahun penuh melaut. Pasalnya, ada bulan-bulan tertentu dimana nelayan tidak memungkinkan melaut karena cuaca buruk hingga ombak ganas yang membahayakan.

“Optimalnya nelayan selama sebulan hanya 20 hari melaut. Jadi, efektifitas nelayan melaut adalah 20 hari dikalikan setahun. Dan, selama itu 500 perahu nelayan bermesin yang terus melaut untuk memburu tangkapan ikan. Produktivitas tangkapannya juga bermacam-macam, tergantung daerahnya. Ada ikan lemuru, di Pasirian itu ada ikan karang seperti lobster, di Tempusari ada ikan tongkol, ikan suluk, kadang-kadang juga ada ikan pari atau ikan pe,” papar Syaiful

Musim panen raya ikan di pantai selatan Lumajang, lanjut Syaiful, juga terhgantung dengan kondisi dan cuaca yang terjadi. “Semuanya tergantung dari cuaca. Kalau sekarang tidak tentu, biasanya bulan Agustus, September, Oktober, November sampai Desember adalah musim panen raya. Sekitar Bulan September, musim panen raya ikan lemuru, layang dan tongkol. Ini sekedar contoh saja,” ujarnya.

Sedangkan untuk produktifitas hasil tangkapan ikan, diungkapkan Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang, kebanyakan diperdagangkan ke berbagai daerah selain memenuhi kebutuhan ikan di dalam wilayah Kabupaten Lumajang sendiri.

“Hasil tangkapan ikan dari Tempursari, banyak yang dikirim ke Malang, Surabaya dan daerah lainnya. Kalau ke Banyuwangi tergantung jika volumenya banyak. Jika hasil tangkapannya sedikit, cukup untuk konsumsi di dalam wilayah Lumajang sendiri,” ungkap Syaiful.

Untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan para nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lumajang, Kantor Kelautan dan Perikanan memberikan stimulant berupa bantuan alat tangkap agar hasil meningkat lebih banyak lagi.

“Dalam waktu dekat, kami akan menyalurkan bantuan 500 alat tangkap ikan atau jarring baru berukuran besar kepada parea nelayan di pantai selatan Lumajang. Alat tangkap baru ini, kami distribusikan dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Semua kelompok nelayan yang belum mendapat bantuan sebelumnya, akan mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya. (her/rst)

Teks Foto :
– Ir Syaiful Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang.

Foto : Sentral FM.

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Selasa, 23 April 2024
28o
Kurs