Kamis, 1 Januari 2026

Stok SPBU Kosong, BBM Eceran Patok Harga Rp10 Ribu Perliter

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Meski sudah ada jaminan normalisasi distribusi dari Pemerintah Pusat, namun krisis BBM di Kabupaten Lumajang sampai hari ini, Kamis (28/8/2014), masih berlanjut. Dari 17 SPBU yang ada, seluruhnya terjadi antrian yang masih saja panjang seperti hari sebelumnya.

Dari pantauan Sentral FM di SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Kota Lumajang, antrean pembelian BBM masih mencapai lebih dari 1 kilometer. Meski, pelayanan pembelian BBM, baik premium maupun solar hanya beberapa jam saja dibuka karena stok cepat habis karena demikian banyaknya pembeli.

Padahal untuk pembelian BBM dengan menggunakan jirigen sudah tidak lagi dilayani seperti hari sebelumnya. Kondisi ini juga diberlakukan di SPBU lainnya, yakni di SPBU Jl. Gatot Subroto, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono yang lokasinya tepat di depan Kantor Satlantas Polres Lumajang.

Pengendara yang membeli BBM juga terpantau dibatasi. Untuk mobil hanya dilayani pembelian maksimal Rp. 100 ribu saja. Sedangkan motor bebek dibatasi Rp. 20 ribu dan motor dengan tangki besar maksimal Rp. 30 ribu.

Untuk pembelian di atas batas maksimum itu, akan ditolak oleh operator SPBU. “Ini untuk memberikan kesempatan kepada pengendara lain, mendapatkan jatah BBM yang sama,” kata Budiono, pengelola SPBU Bagusari.

Setelah stok di SPBU habis, pembeli ada yang masih tetap rela antre di di sana sampai menunggu kedatangan stok BBM selanjutnya. Terutama pengendara mobil yang memang sudah tidak bisa meninggalkan lokasi SPBU lantaran persediaan BBM di tangki mobilnya menipis dan tidak mencukupi untuk pulang.

Habisnya stok di SPBU ini, rupanya menjadi peluang tersendiri bagi penjual BBM eceran, terutama premium. Seperti yang dilakukan sejumlah penjualan premium eceran di depan SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Kota Lumajang yang langsung diserbu pembeli. Antrian ini tetap mendapatkan pengamanan aparat Polres Lumajang yang sampai hari ini tetap berjaga di seluruh SPBU yang ada.

Meski mereka menaikkan harga jual premium perliternya Rp. 10 ribu, pembeli tampak berebut. Mereka menyiapkan botolan kosong dan jirigen berukuran besar yang dinaikkan becak untuk melayani pembeli. Kendati lebih mahal, para pembeli tidak bisa menolaknya.

“Harus bagaimana lagi, meski BBM eceran ini lebih mahal tetap saya beli. Karena saya tidak bisa pulang lantaran tangki BBM motor saya sudah habis. Kalau mau antri dan menunggu stok datang, sampai berapa jam lagi. Kondisi ini sangat mengganggu pekerjaan saya Mas. Termasuk memberatkan, karena terpaksa membeli BBM yang lebih mahal,” kata Muhammad Nuh (35), warga Desa Banjarwaru, Kecamatan Kota Lumajang.

Kemunculan penjualan Premium eceran ini, masih kata pemuda berambut gondrong ini, dinilainya tidak aneh lagi. Karena, setiap kali terjadi kelangkaan BBM, ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan kondisi itu untuk mendapatkan keuntungan. Caranya, mereka membeli BBM, baik jenis Premium maupun Solar dengan menggunakan mobil atau motor dnegan tangki besar.

“Selanjutnya, isi tangki BBM dikuras dan dimasukkan jiriken lalu dijual. Setelah isi tangki kendaraan dikuras habis, ada orang lainnya yang bertugas kembali antre membeli BBM di SPBU. Begitu seterusnya,” demikian pungkas Muhammad Nuh. (her/ipg)

Teks Foto :
1. Antrean pembelian BBM di SPBU Bagusari yang mengular meski stok habis.
2. Penjualan bensin eceran dengan jiriken yang diserbu pembeli di depan SPBU Bagusari, Kecamatan Kota Lumajang.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
29o
Kurs