Sabtu, 3 Januari 2026
Hanya Berbekal Logistik Sebungkus Mie Instant dan Wafer

Tersesat 4 Hari, Kondisi Survivor Pendaki Semeru Kelaparan

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Azis Aminuddin (23), survivor asal Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang tersesat selama 4 hari di puncak Semeru hingga ditemukan, Jumat (6/6/2014), termasuk pendaki yang cukup tangguh.

Meski ia ditemukan dalam kondisi lemah karena kelaparan, namun ia masih bisa berjalan hingga berpapasan dengan Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian di kawasan Tawon Songo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

DR Ir Ayu Dewi Utari, Msi Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kepada Sentral FM mengatakan, Azis Aminuddin ditemukan dalam kondisi kelaparan.

Hal itu disebabkan perbekalannya habis selama ia mencari jalan untuk keluar dari kawasan jurang Blank 75 hingga mengarah ke Tawon Songo. Sejak dilaporkan hilang pada 2 Mei lalu hingga ditemukan hari ini, berarti sudah 4 hari ia tersesat.

“Sehingga perbekalannya habis dan ia harus survival agar bisa bertahap hidup. Saat ini personil TNBTS bersama Tim SAR Gabungan masih memintakan perawatan terhadap Azis Aminuddin di Puskesmas Pasrujambe sebelum dipertemukan keluarga dan teman-temannya yang telah menunggu di Ranu Pane,” kata Ayu Dewi Utari.

Sementara itu, Hendro Wahyono Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang juga menyatakan bahwa Azis Aminuddin dilaporkan tersesat hanya dengan membawa perbekalan minim saja.

Logistik yang dibawa pendaki pemula yang berombongan dengan 5 orang temannya dipimpin Hermansyah, selaku ketua rombongan ini, hanya air mineral berukuran 1500 mili liter, sebungkus wafer berukuran 350 gram dan sebungkus mie instant saja. “Perbekalan survivor ini sangat minim,” kata Hendro Wahyono.

Menilik sedikitnya logistik yang dibawa, sulit dipercaya jika Azis Aminuddin bisa bertahap hidup selama tersesat 4 hari di puncak Semeru. Pasalnya perbekalan itu selayaknya hanya untuk setengah hari saja.

“Namun, sebagai pendaki pemula Azis Aminuddin ini sudah terlatih untuk survival. Ia bisa memanfaatkan apa saja yang ada di sekitarnya untuk bertahap hidup, bahkan untuk minum. Ia mengkonsumsi tanaman yang bisa dimakan dan mencari air seadanya. Berkaca dari peristiwa lalu, ada pendaki yang teresat di titik sama, jurang Blank 75 yang menggali pasir untuk mencari air dan menemukannya hingga bertahap hidup sampai akhirnya ditemukan,” pungkas Hendro Wahyono. (her/dwi)

Teks Foto :
– Potret Gunung Semeru.
Foto : Sentral FM.

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 3 Januari 2026
25o
Kurs