Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Provinsi Jatim saat ini terus menyusut. Data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Jatim menunjukkan setiap tahun sebanyak 1000 hektar lahan pertanian produktif beralih fungsi menjadi lahan usaha lainnya.
“Kami akan berupaya keras mengamankan sumber daya alam. terkait LP2B seluas 1.017.549 hektar. Terutama untuk lahan sawah seluas 802.357 hektar melalui beberapa program kegiatan,” kata Ir Koemawi Hari Suko, MM Kasubag Penyusunan Program Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Jatim, Jumat (25/4/2014).
Disamping infrastruktur, Distan juga akan memberikan bantuan kepada petani. Sehingga kelompok tani atau keluarga tani tidak menjual lahan pertaniannya untuk usaha yang lain.
Selain itu, kata dia, kualitas SDM petani di Jatim juga rendah. 5 Tahun ke depan, ada program pertanian pangan di Jatim yang akan dipacu yakni peningkatan produksi, provitas, program pengembangan agribis dan pengembangan SDM
Sejauh ini untuk komoditi padi di Jatim telah memberikan kontribusi 16,9 persen. Jika dihitung terkait jumlah penduduk dengan tingkat konsumsi perkapita, mengalami surplus 4,3 juta ton beras. Untuk komoditi jagung mencapai 31,13 persen dengan surplus hasil 4,5 juta ton.
Pemerintah juga juga telah banyak memberikan investasi dalam bidang pertanian yang diberikan melalui APBN, APBD Provinsi maupun Kabupaten. Dengan harapan, peningkatan produktivitas tanaman pangan bisa memenuhi kebutuhan penduduk yang juga meningkat pertahunnya 0,2 persen.
Sementara itu, dalam kesempatan itu, Drs H As’at Malik, Mag Wakil Bupati Lumajang juga mengakui adanya alih fungsi lahan yang mash tinggi potrensinya di Jatim. Hal itu disebabkan, petani tidak mendapatkan keuntungan dengan menanam komoditi tanaman pangan.
Sedangkan, Ir M Farikhin, Msi Kabid Produksi BPS Provinsi Jatim mengatakan, kesejahteraan petani yang menjadi indikator penyebab beralihnya fungsi lahan, tidak bisa hanya dilihat dari nilai tukar produk pertanian saja.
Nilai tukar petani itu yang diukur adalah harganya. Jika nilai tukarnya naik, maka harganya naik. Kondisi itu juga bisa diartikan barangnya langka. (her/dwi)
Teks Foto :
– Rakor Sampel Ubinan Komoditi Pangan di Kantor Pemkab Lumajang.
Foto : Sentral FM.
NOW ON AIR SSFM 100
