Kamis, 8 Januari 2026

Warga Pesisir Lumajang Dilatih Tanggap Darurat Tsunami

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Sedikitnya 150 warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun yang lokasinya berada di pesisir selatan Kabupaten Lumajang dikumpulkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk mendapatkan pelatihan tanggap darurat kebencanaan.

Pelatihan ini dikhususkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tsunami yang bisa sewaktu-waktu menerjang wilayah pesisir Desa setempat. Warga yang mendapatkan pelatihan terdiri dari Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Ulama, pemuda dan relawan yang dibentuk di Desa setempat oleh BPBD Kabupaten Lumajang.

Rochani, Ssos Kepala BPBD Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Rabu (14/5/2014), mengatakan bahwa pelatihan dimulai dengan memberikan sosialisasi secara umum agar masyarakat memahami apa, bagaimana dan dampak dari bencana tsunami. Setelah itu, dalam forum tersebut akan dibentuk struktur Desa Tangguh di Desa Wotgalih sebagai implementasi kesiapan tanggap darurat kebencanaan di sana.

“Dimana, dalam organisasi Desa Tangguh ini nantinya akan diberikan kelengkapan sarana, fasilitas dan juga pelatihan secara kontinyu. Diantaranya sarana alat komunikasi dan lainnya. Jadi ketika bencana terjadi, organisasi Desa Tangguh sudah bisa berperan dengan menerapkan bagaimana cara bertindaknya. Apa berbuat apa dan siapa berbuat apa,” kata Rochani.

Dalam pelatihan ini, lanjut Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, pihaknya juga memberikan praktik penerapan bagaimana cara penanganan korban bencana. Digambarkan jika korban mengalami patah tulang, upaya pencarian korban hilang dan lainnya. “Untuk penanganan kesehatan, jajaran Dinkes yang menjadi pemateri,” jlentrehnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rochani juga menyampaikan, bahwa Desa Tangguh sangat penting dibentuk di berbagai wilayah rawan bencana di Kabupaten Lumajang. Hal ini mengingat wilayah Kota Pisang ini merupakan wilayah rawan bencana dengan jumlah penduduk yang bermukim di kawasan merah tersebut, mencapai lebih dari 60 ribu jiwa.

“Dari data terakhir sesuai peta rekontijensi Tahun 2012 jumlahnya mencapai 45 ribu lebih. Namun dua tahun ini populasi penduduk kan terus berkembang hingga kita prediksi mencapai jumlah itu. Saat ini kita juga tengah memperbaharui peta rekontijensi bencana melalui review dengan melibatkan instansi terkait,” tuturnya.

Menilik besarnya populasi di wilayah rawan bencana tersebut, Desa Tangguh bisa mengbimplementasikan tindakan tanggap darurat secara dini dan cepat ketika kemungkinan bencana terjadi.

Tidak hanya pengetahuan dan pelatihan kedaruratan bencana saja yang diberikan. BPBD juga menetapkan titik evakuasi ketika terjadi bencana tsunami di sana. Titik evakuasinya berada di Desa Kraton dengan jarak radius 4 kilometer dari pantai selatan.

“Titik evakuasi ini tentunya kita tetapkan dengan membuat jalurnya terlebih dulu. Di sana dipasang papan petunjuk evakuasi untuk memudahkan warga,” pungkas Rochani. (her/ipg)

Teks Foto :
– Warga pesisir selatan Lumajang mendapatkan pelatihan tanggap darurat bencana tsunami dari BPBD Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 8 Januari 2026
26o
Kurs