Beranggotakan 7 personel termasuk vokalis, Best Friends Project ternyata punya latar belakang bermusik yang berbeda-beda pada personelnya. Tetapi sejak awal mereka bertekad meramunya jadi musik jazz.
Meski berasal dari latar belakang bermusik yang berbeda-beda, ada pop, klasik, rock bahkan blues, personel Best Friends Project meyakini bahwa musik sangat universal dan mereka memilih untuk memainkan musik jazz pada setiap penampilannya.
“Demikian juga pada album-album yang sudah kami hasilkan. Seluruhnya kental dengan jazz, meskipun sejatinya kami berasal dari latar belakang musik yang berbeda. Saya sendiri memainkan klasik,” kata Vembriona Edi pianis dan keybordist Best Friend Project.
Di album pertama, kelompok band asal Surabaya ini memilih memainkan jazz standar. Pada album kedua yang sudah diluncurkan dipasaran juga, mencoba mengangkat komposisi-komposisi asal Surabaya seperti Rek Ayo Rek menjadi jazz.
“Komposisi yang kerap dimainkan seperti Gethuk, Rek Ayo Rek kami mainkan dalam format jazz. Dan kami sengaja memilih komposisi-komposisi khas Surabaya itu kemudian kami mainkan dalam format jazz di album kedua,” kata Vembriona.
Pada album ketiga, para personel Best Friends Project memilih membebaskan diri dengan secara lebih leluasa dan lebih luas untuk memainkan musik jazz.
Lalu apa persiapan Best Friends Project di pentas PP Properti Jazz Traffic Festival 2016 Beyond Space pada hari pertama Sabtu, 27 Agustus 2016 nanti?
“Kami siapkan kejutan. Kami berharap penampilan kami nanti dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat pecinta jazz di Surabaya khususnya mereka yang nanti hadir di Jazz Traffic Fastival 2016,” kata Vembriona.(tok/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
